Hary Tanoe Dukung Jokowi, Hasto: Jangan Ada Motif Kekuasaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers usai menggelar diskusi dengan sejumlah petani dan ahli pertanian jelang Rakernas PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO/

    Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers usai menggelar diskusi dengan sejumlah petani dan ahli pertanian jelang Rakernas PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO/

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menganggap dukungan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo)  Hary Tanoesoedibjo terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi positif untuk konsolidasi di bidang politik. Namun ia meminta agar dukungan itu tidak bermotif untuk sekadar mendapatkan kekuasaan.
     
    “(Dukungan Perindo yang dipimpin Hary Tanoe) itu membantu konsolidasi politik untuk Pak Jokowi menjalankan program kerakyatannya. Tapi yang penting itu bukan menjadi sebuah motif kekuasaan atau motif kepentingan jangka pendek,” kata Hasto di kediaman Idrus Marham, Cibubur, Jakarta, Ahad, 6 Agustus 2017.

    Baca juga: Pengakuan Elite Perindo Soal Hary Tanoe Merapat ke Jokowi  
     
    Hasto memperingatkan agar dukungan terhadap Jokowi berasal atas respons kinerja pemerintah selama tiga tahun terakhir. Menurut Hasto, dukungan seharusnya menjadi kesadaran Perindo yang dijabarkan melalui dukungan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan masyarakat.  “Saya harapkan ini menjadi kesadaran terhadap kinerja Pak Jokowi,” ujarnya.
     
    Partai yang didirikan Hary itu mulai menunjukkan arah politiknya menjelang pemilihan umum 2019. Selama ini, sikap politik Hary selalu berseberangan dengan pemerintahan Jokowi.

    Bahkan pada pemilihan presiden (pilpres) 2014, Hary mendukung pasangan Prabowo-Hatta yang kemudian membawa Perindo bergabung di Koalisi Merah Putih. Belakangan, ia menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk maju dalam pilpres 2019.
     
    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menganggap manuver Hary Tanoesoedibjo itu bersifat wajar. Menurut dia, perubahan afiliasi politik adalah hak partai politik. Ditambah lagi, kata Fahri, sosok Jokowi menjadi kian sentral dan dominan dengan banyaknya parpol yang merapat menjelang pilpres 2019. “Wajar Perindo mengikuti parpol lain yang sudah mencalonkan Pak Jokowi. Normal saja,” ucapnya.
     
    ARKHELAUS W 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.