Mengapa PDIP Tutup Pintu Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus PDIP, Hasto Kristiyanto, seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Politikus PDIP, Hasto Kristiyanto, seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya telah menutup kemungkinan untuk mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018. Menurut Hasto, keputusan itu dibuat setelah Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur.
     
    “Kami sudah bangun dialog  dengan beliau tapi Pak Ridwan Kamil sudah memutuskan sendiri sebagai calon gubernur,” kata Hasto Kristiyanto di rumah Idrus Marham, di Cibubur, Jakarta, Ahad 6 Agustus 2017.

    Baca juga:

    Ridwan Kamil Ogah Dicalonkan Jadi Wakil Gubernur di Pilgub Jabar

    Menurut Hasto, sikap partai berlambang banteng tersebut harus berdiri di atas kolektivitas dan ideologi partai. Meski begitu, ia menghormati keputusan Ridwan Kamil untuk maju menjadi calon gubernur atas inisiatifnya sendiri. ”Karena sudah mencalonkan diri sebagai gubernur, dan partai berdiri kolektivitas, tentu saja dialog buat kami tidak diperlukan lagi,” ujarnya.
     
    Ridwan Kamil sendiri mengaku masih terus berkomunikasi secara intensif dengan petinggi partai politik. Sebab, baru Partai Nasdem yang telah menyatakan akan mengusungnya menjadi calon gubernur Jawa Barat. Adapun jumlah kursi partai yang dibesut Surya Paloh itu hanya lima sehingga perlu berkoalisi untuk mencalonkan Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil.

    Baca pula:

    Maju di Jawa Barat, Ridwan Kamil Tunggu Agustus

    Selain Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa yang mempunyai tujuh kursi memasukkan namanya menjadi kandidat Calon Gubernur Jawa Barat. Adapun syarat mutlak maju yaitu 20 kursi, artinya jika kedua partai sepakat koalisi dibutuhkan lagi delapan kursi. Hingga kini, Emil terus melakukan penjajakan bersama partai lain seperti Golkar, PPP, dan Demokrat.
     
    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham pun mengatakan telah berkomunikasi dengan Ridwan Kamil. Namun, Idrus mengakui komunikasi Emil dan Golkar belum menemui titik kesepakatan. “Apabila sebuah komunikasi kita lakukan dan belum mencapai titik kesepakatan maka tentu kita harus memikirkan opsi lain,” ujar Idrus. 
     
    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.