Jokowi Teriakkan Yel-yel Hanura saat Buka Rapimnas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka Rapimnas I Hanura di Hotel The Stones, Kuta, Bali, 4 Agustus 2017. Salah satu agenda Rapimnas adalah dukungan  pencalonan Jokowi di Pilpres 2019. Tempo/Amirullah

    Presiden Jokowi membuka Rapimnas I Hanura di Hotel The Stones, Kuta, Bali, 4 Agustus 2017. Salah satu agenda Rapimnas adalah dukungan pencalonan Jokowi di Pilpres 2019. Tempo/Amirullah

    TEMPO.CO, Denpasar - Presiden Joko Widodo membuka Rapat Pimpinan Nasional I Partai Hanura, Jumat, 4 Agustus 2017. Saat memberi sambutan, Jokowi dua kali meneriakkan yel-yel Hanura.

    "Saya tidak ingin kalah dengan Pak Oesman Sapta," kata Jokowi di acara yang digelar di Hotel The Stone, Legian, Kuta, Bali. Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang meneriakkan yel-yel Hanura.

    Baca: Berkunjung ke Bali, Jokowi Belanja di Mal

    Jokowi pun lantas meneriakkan yel-yel seperti Oesman, "Bangkit!"  Pengurus Hanura yang hadir dari seluruh Indonesia itu menyambut teriakkan Jokowi. "Hanura!" kata mereka. Jokowi menyambar lagi, "Jaya!", "Menang!". Setiap selesai menerikan kata-kata itu, pengurus Hanura meneriakkan, "Hanura!".

    Saat akan mengakhiri sambutan, Jokowi juga mengulangi yel-yel tersebut. Jokowi mengatakan tidak mau kalah meneriakkan yel dengan Oesman karena telah tiga kali datang ke acara besar Hanura.

    Jokowi pertama kali menghadiri acara Hanura di Bambu Apus saat Munas khusus. Kedua, saat pelantikan pengurus Hanura di Sentul. Dan, yang ketiga, Rapimnas di Bali. "Tapi teriakannya lebih kenceng Pak Oesman," kata Jokowi disambut tawa hadirin.

    Dalam sambutannya, Oesman menyatakan secara resmi partainya mendukung pencalonan Jokowi dalam pemilihan presiden 2019. Hanura juga akan terus menjaga komitmen dan konsisten mendukung pemerintahan Jokowi. "Wajib bagi Hanura untuk mengawal program pemerintahan Presiden Jokowi," kata Oesman.

    Salah satu bentuk dukungan Hanura pada pemerintah Jokowi adalah soal Perppu Ormas. Oesman mengatakan langkah pemerintah membubarkan ormas yang bertentangan dengan Pancasila sudah tepat. "Membubarkan ormas yang merongrong Pancasila adalah tindakan yang konstitusional," kata Oesman.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.