Istana Anggap Wajar Perindo Mendukung Jokowi di 2019, Sebab...  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membacakan puisi dalam Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menanggapi wajar langkah Partai Perindo (Persatuan Indonesia) yang kabarnya akan  mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk Pilpres 2019. Ia  berkata, dukungan-dukungan partai baru merupakan dampak dari perubahan sistem pemilu.
 
"Pilpres dan Pemilu Legislatif kan berjalan serentak nantinya, nah itu membuat tahun politik menjadi lebih maju," ujar Pramono saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 2 Agustus 2017.

Baca :

PKB Sodorkan Muhaimin Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Ray Rangkuti: Pilpres 2019 Pertarungan Jokowi dan Prabowo

Sebagaimana diberitakan, hari ini Ketua Umum Perindo Hary Tanoe mengungkapkan di media bahwa dukungan kepada Presiden Joko Widodo akan dibahas dalam rapat pimpinan nasional Perindo.

Hal itu membuat berbagai pihak menganggap Perindo secara tak langsung sudah siap mendukung Presiden Joko Widodo untuk 2019
 
Jika hal itu terjadi, maka koalisi pemerintah akan semakin gemuk. Saat ini, sudah ada PDIP, Golkar, NasDem, PAN, PPP, PKB, dan Hanura sebagai partai pendukung pemerintah.

Pramono melanjutkan bahwa adanya tambahan dukungan malah menunjukkan bahwa kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo itu tinggi. Dengan kata lain, Presiden Joko Widodo bisa dianggap berprestasi dan patut didukung.

Ditanyai apakah wajar sebuah partai yang sebelumnya kontra kemudian mendukung pemerintah, menurut Pramono hal itu merupakan karakter dari politik itu sendiri. Politik, kata dia, dinamis.

Simak juga : Pertemuan Cikeas Diapresiasi, Jokowi: Tidak Ada Kekuasaan Absolut

"Kalau yang dulu berseberangan kemudian sekarang bergabung, menurut saya itu hal yang wajar wajar saja. Bukan hal yang istimewa," ujar Pram yang yakin tahun politik tak akan mempengaruhi kinerja para menteri dari Parpol.
 
Secara terpisah, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memberikan hal senada. Menurutnya, jika makin banyak dukungan kepada pemerintah, hal itu patut disyukuri.
 
"Berarti kinerja kami memang sesaui dengan apa yang diharapkan partai politik. Harusnya memang sama karena pemerintah bekerja berdasarkan aspirasi masyarakat," ujarnya, Rabu 2 Agustus 2017. Dia enggan berkomentar perihal apakah perkara hukum Hary Tanoe akan berdampak ke pemerintah terkait sinyal manuver untuk Pilpres 2019 ini.
 
ISTMAN MP






Istana Terima Berkas Pemecatan Ferdy Sambo

20 jam lalu

Istana Terima Berkas Pemecatan Ferdy Sambo

Berkas pemecatan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo telah diterima pihak Istana. Pramono Anung minta tunggu kabar perihal surat pemecatan Sambo.


Istana Ganti Ponsel Sabrila, Siswi SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Jokowi

23 jam lalu

Istana Ganti Ponsel Sabrila, Siswi SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Jokowi

Pihak Istana Kepresidenan mengganti ponsel milik Sabrila, siswi SMA di Buton Selatan yang ponselnya rusak saat mengejar rombongan Presiden Jokowi.


Mas Dhito Jaga Kualitas Pertemuan dengan Keluarga

30 Juni 2022

Mas Dhito Jaga Kualitas Pertemuan dengan Keluarga

Di tengah kesibukan menjadi pejabat, Mas Dhito tetap menjaga hubungan baik dengan ayahnya, Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung.


Isu Besok Jokowi Reshuffle Kabinet, Pramono Anung: Presiden Tahu Kebutuhan

14 Juni 2022

Isu Besok Jokowi Reshuffle Kabinet, Pramono Anung: Presiden Tahu Kebutuhan

Isu reshuffle kabinet mencuat sejak PAN bergabung dengan koalisi pemerintah pada Agustus 2021. Namun hingga kini, Jokowi belum melakukan reshuffle.


Soal Waktu Reshuffle Kabinet, Ini Kata Seskab Pramono Anung

14 Juni 2022

Soal Waktu Reshuffle Kabinet, Ini Kata Seskab Pramono Anung

Pramono Anung menyatakan Presiden Jokowi yang lebih paham soal reshuffle kabinet.


Jokowi Bicara dengan Megawati di Tengah Spekulasi Hubungan Merenggang

7 Juni 2022

Jokowi Bicara dengan Megawati di Tengah Spekulasi Hubungan Merenggang

Di tengah spekulasi hubungan yang merenggang, Presiden Jokowi bertemu dan berbicara langsung dengan Megawati Soekarnoputri.


Presiden Jokowi Dipastikan Segera Bertemu Megawati Soekarnoputri

7 Juni 2022

Presiden Jokowi Dipastikan Segera Bertemu Megawati Soekarnoputri

Hubungan Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri dikabarkan retak akibat dukungan orang nomor satu Indonesia itu kepada Ganjar Pranowo.


Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

7 Mei 2022

Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

Prabowo Subianto dinilai sedang mencari basis dukungan baru untuk menggantikan dukungan PA 212 yang hilang pasca dia masuk ke pemerintahan Jokowi.


Akui Ada yang Coba Tambah Masa Jabatan Presiden, Pramono Anung: Tidak Mudah

5 April 2022

Akui Ada yang Coba Tambah Masa Jabatan Presiden, Pramono Anung: Tidak Mudah

Pramono Anung mengakui ada yang mencoba menambah masa jabatan presiden. Namun, ia menyebut langkah itu tak mudah.


Soal Jokowi 3 Periode, Pramono Anung: Amandemen UUD 1945 Tidak Mudah

4 April 2022

Soal Jokowi 3 Periode, Pramono Anung: Amandemen UUD 1945 Tidak Mudah

Pramono Anung memastikan pihak istana tak ikut mendukung wacana Jokowi 3 periode.