Jokowi Akan Tersandera Setelah Desakkan Presidential Threshold  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan) menyerahkan laporan pandangan pemerintah kepada Ketua DPR Setya Novanto disaksikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pada Rapat Paripurna ke-32 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2017-2018 DPR di Gedung Nusantara II, Jakarta Jumat (21/7) dini hari. DPR mengesahkan RUU Pemilu menjadi undang-undang setelah melalui mekanisme dan memilih opsi A, yaitu Presidential Threshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional. Rapat ini diwarnai aksi walk out beberapa fraksi termasuk Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan) menyerahkan laporan pandangan pemerintah kepada Ketua DPR Setya Novanto disaksikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pada Rapat Paripurna ke-32 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2017-2018 DPR di Gedung Nusantara II, Jakarta Jumat (21/7) dini hari. DPR mengesahkan RUU Pemilu menjadi undang-undang setelah melalui mekanisme dan memilih opsi A, yaitu Presidential Threshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional. Rapat ini diwarnai aksi walk out beberapa fraksi termasuk Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi akan tersandera anggota koalisi pendukungnya setelah presidential threshold sebesar 20 persen didesakkan. “Jokowi bukanlah pemilik saham utama di PDIP Perjuangan,” tulis Wayan Agus Purnomo di Indonesiana, 24 Juli 2017.

    Menurut wartawan Tempo ini, Jokowi perlu  mengkompromikan sesuatu ketika kebijakannya tak sejalan dengan keinginan partai. Meski inkumben, Wayan berpendapat, posisi Jokowi tak sepenuhnya aman ketika nanti berstatus calon presiden.

    Baca: Nasib Golkar di Pemilu 2019 dan Akbar Tanjung

    Maka, memang tak ada jalan lain bagi Jokowi untuk meninggikan ambang batas persyaratan atau presidential threshold sebesar 20 persen. “Dengan angka sebesar ini, saya memprediksi hanya akan ada tiga pasangan calon presiden. Bahkan, bukan tidak mungkin bakal terjadi head to head antara Jokowi dengan Prabowo.”

    Tapi, tulis Wayan, angka 20 persen presidential threshold ini sesungguhnya bisa menjadi bumerang bagi Jokowi jika mencermati konfigurasi politik. Terutama, setelah melihat tren kebangkitan kelompok Islam.

    Selengkapnya klik di sini.

    INDONESIANA | ISTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.