Petani Sagu Meranti Ditarik Buaya ke Sungai Belat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Daniel Munoz

    REUTERS/Daniel Munoz

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Seorang petani sagu asal Desa Banglas Barat, Kepulauan Meranti, Norisam alias Epi, 40 tahun, dilaporkan hilang diseret buaya di Sungai Belat. Korban disebut diseret buaya hingga ke dasar sungai.

    Menurut keterangan, korban disergap buaya  saat merakit tual sagu di sungai yang berbatasan dengan Meranti-Siak. "Korban ditarik ke dalam air oleh buaya," kata Kepala Kepolisian Resor Meranti Ajun Komisrasi Besar Barliyansyah, Rabu, 19 Juli 2017.

    Baca: Warga Bangka Resah karena Sepasang Buaya Raksasa

    Barliyansyah menuturkan peristiwa tragis itu berawal saat korban bersama lima rekannya tengah mengikat tual sagu di dalam sungai, sekitar pukul, 15.00, Selasa, 18 Juli 2017. Tiba-tiba korban berteriak meminta tolong. Saat lima rekannya menoleh, korban sudah ditarik oleh buaya ke dalam air.

    Teman-teman korban sempat melakukan pencarian menggunakan empat unit pompong. Namun hingga larut malam korban belum ditemukan. Tepat pukul 22.00, saksi melihat buaya sedang mengigit korban di perbatasan laut dan Sungai Belat kawasan Siak.

    Simak: Buaya Gigit Turis Prancis yang Mengajaknya Berfoto Selfie

    Setelah menampakkan diri, buaya tersebut kembali menghilang. "Satu jam kemudian para saksi kembali melihat buaya timbul sambil mengigit korban," katanya.

    Menurut Kapolres Meranti hingga Rabu siang korban belum ditemukan. "Kami masih melakukan pencarian dibantu masyarakat sekitar," ucapnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.