Johannes Marliem Bertemu Penyidik KPK di Washington dan Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Johannes Marliem. Foto: Istimewa

    Johannes Marliem. Foto: Istimewa

    TEMPO.COJakarta - Johannes Marliem, Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometric, disebut 25 kali oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pembacaan tuntutan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto untuk kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

    Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Johannes Marliem disebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek e-KTP.

    Baca juga: 
    Johannes Marliem Tahu Benar Alur Korupsi E-KTP Dimainkan

    Wartawan Tempo, Indri Maulidar, pada Senin lalu menyebut Marliem setuju diwawancarai melalui aplikasi video call FaceTime. Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos pun membenarkan bahwa wajah orang yang berbicara dengan Tempo itu memang Johannes Marliem.

    Ia mengisahkan awal mula terlibat dalam kasus e-KTP. “Saat uji petik saya menawarkan kepada Kementerian Dalam Negeri, surat-suratan,” kata Marliem sembari mengatakan telah dua kali bertemu penyidik KPK. “Terakhir di KBRI Washington, DC. Saya ditemui dua direktur KPK. Pertama kali di Singapura sebelum dakwaan dibacakan,” katanya.

    Baca pula:
    Saksi Kunci Korupsi E-KTP Itu Adalah Johannes Marliem

    Dalam tuntutan Irman dan Sugiharto, Johannes Marliem disebut menerima US$ 14,8 juta dan Rp 25,2 miliar. “Kan kami memang mengerjakan pekerjaan dan sistemnya e-KTP. Sah-sah saja konsorsium memberikan kompensasi. Kalau saya menyuap pejabat asing, saya kena hukum di sini,” kata Johanes Marliem.

    INDRI MAULIDAR

    Selengkapnya Baca Koran Tempo:
    Saksi Pegang Bukti Keterlibatan Setya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?