Sriwijaya Air Gratiskan Pengiriman bagi Korban Banjir di Belitung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/ZAbur Karuru

    Ilustrasi banjir. ANTARA/ZAbur Karuru

    TEMPO.CO, Pangkalpinang- Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menggratiskan pengangkutan sumbangan barang bagi korban banjir di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Gratis biaya pengangkutan bantuan untuk korban banjir itu diberlakukan selama sepekan, 18-25 Juli 2017.

    "Hingga malam ini saja ada 3 ton barang sumbangan dari masyarakat Pulau Bangka yang sudah kami terima untuk dikirim ke Belitung. Padahal baru dibuka," ujar Distrik Manager Sriwijaya Air Pangkalpinang, Kian Se kepada Tempo, Selasa Malam, 18 Juli 2017.

    Kian menjelaskan proses barang-barang sumbangan tersebut akan diangkut dua kali sehari, sesuai dengan rute penerbangan Sriwijaya Air dari Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang ke Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung. "Barang sumbangan yang diangkut disesuaikan dengan sisa kapasitas bagasi. Jadi pengiriman dilakukan bertahap," ujarnya.

    Bagi masyarakat yang ingin memberikan sumbangan, Kian menuturkan, bisa diserahkan ke posko Sriwijaya Air di kediaman Presiden Komisaris Sriwijaya Air Hendri Lie di Jalan Lumba-lumba Lembawai Kota Pangkalpinang. "Ini sebagai bentuk kepedulian Sriwijaya Air yang memang lahir di Bangka Belitung dan telah menjadi kebanggaan masyarakat," kata Kian.

    Selain di Pangkalpinang, Kian menambahkan, Sriwijaya Air juga menggratiskan biaya pengiriman sumbangan dari Jakarta dan Palembang. "Tidak ada batasan barang yang akan dikirim," ujarnya.

    Kian menambahkan, apabila nanti setelah tanggal 25 Juli 2017 masih ada bantuan dari masyarakat untuk korban banjir di Belitung, Sriwijaya Air siap memperpanjang lagi pemberlakuan gratis biaya kirim sumbangan. "Kami berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang menjadi korban banjir," kata dia. Selain membebaskan biaya pengiriman bantuan, Sriwijaya Air juga memberikan bantuan kepada korban banjir di Belitung.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.