KPK Janji Tak Akan Mengecewakan dalam Kasus Korupsi E-KTP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dan Alexander Marwata memberikan keterangan pers mengenai OTT di Bengkulu, di gedung KPK, Jakarta, 21 Juni 2017. KPK menetapkan empat orang tersangka OTT Bengkulu terkait kasus suap yakni Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, istri Gubernur Bengkulu Lily Mardani, Direktur Utama PT Mitra Statika Mitra Sarana (SMS) Jhoni Wijaya dan Direktur Utama PT Rico Putra Selatan (RPS) Rico Dian Sari. ANTARA FOTO

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dan Alexander Marwata memberikan keterangan pers mengenai OTT di Bengkulu, di gedung KPK, Jakarta, 21 Juni 2017. KPK menetapkan empat orang tersangka OTT Bengkulu terkait kasus suap yakni Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, istri Gubernur Bengkulu Lily Mardani, Direktur Utama PT Mitra Statika Mitra Sarana (SMS) Jhoni Wijaya dan Direktur Utama PT Rico Putra Selatan (RPS) Rico Dian Sari. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Saut Situmorang menjamin tidak akan mengecewakan publik dalam mengusut kasus korupsi e-KTP. “Pokoknya kalian tunggu saja dulu, yang jelas kami tidak akan mengecewakan,” kata dia di KPK, Jumat, 14 Juli 2017, memberi informasi mengenai pemanggilan kembali Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

    Lembaga antirasuah kemarin memang memeriksa kembali  Setya Novanto sebagai saksi atas tersangka Andi Narogong. Sebelum itu, beredar informasi bahwa KPK telah mengeluarkan surat perintah penyidikan untuk Novanto.

    Baca juga:
    Korupsi E-KTP, KPK Panggil Lagi Setya Novanto

    Saut masih enggan berkomentar ihwal sprindik tersebut. Ia berkali-kali meminta publik untuk menunggu kelanjutan kasus tersebut. Meski begitu ia memastikan proses hukum e-KTP terus berjalan. “Kita tunggulah,” kata dia.

    Menurut Saut, pemeriksaan terhadap Setya Novanto pada Jumat kemarin adalah untuk mengkonfirmasi dugaan Novanto terlibat dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. “Kalau disebut kan kami harus tanya begitu saja intinya,” ujar dia.

    Baca pula:

    Proyek E-KTP, Cerita Paulus Tannos Dua Kali Bertemu Setya Novanto  

    Sementara Setya Novanto diperiksa sekitar 5 jam. Ia datang didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Usai pemeriksaan, Novanto tak berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan menyampaikan sesuai fakta yang ada di persidangan. Ia pun tak ingat berapa jumlah pertanyaan yang disampaikan penyidik.

    Dalam kasus korupsi e-KTP ini, Setya Novanto disebut ikut berperan memuluskan proyek senilai Rp 5,9 triliun. Selain itu, ia diduga mengenal dekat Andi Narogong yang diduga sebagai pengatur proyek.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.