Ini Target Dua Bom Panci Bandung yang Gagal Meledak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti hasil penggeledahan di salah satu rumah kontrakan yang didiami terduga teroris berinisial AAS di Bandung, Jawa Barat, 12 Juli 2017. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam, beberapa bahan baku pembuatan bom dan dokumen pribadi berupa bahan ajaran agama. ANTARA FOTO

    Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti hasil penggeledahan di salah satu rumah kontrakan yang didiami terduga teroris berinisial AAS di Bandung, Jawa Barat, 12 Juli 2017. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam, beberapa bahan baku pembuatan bom dan dokumen pribadi berupa bahan ajaran agama. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebutkan, sel baru Jamaah Ansharut Daulah Bandung sempat mencoba meledakan dua rumah makan di Kota Bandung menggunakan bom panci. Namun, aksi teror tersebut gagal setelah bom yang telah mereka siapkan urung meledak.

    "Sejak bulan Mei yang lalu, kelompok ini sudah akan merencanakan peledakan di rumah makan di Bandung, dengan kekuatan bom 1,5 kilo. Tapi, saat sudah dipasang di tempat yang ditentukan ternyata bom panci tersebut tidak meledak," ujar Yusri setelah melakukan penggeledahan di kamar kontrakan AAS, salah satu terduga teroris, di Babakan Ciparay Kota Bandung, Rabu, 12 Juli 2017.

    Baca juga:

    Bom Panci Bandung, Ibu K Meratapi Anaknya yang Ditangkap Densus

    Salah satu anggota jaringan sel baru JAD Bandung ini adalah AW, terduga perakit bom panci yang meledak di kamar kontrakannya, di kawasan Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu, 8 Juli 2017. Selain, AW, Densus 88 pun sudah mencokok K dan AAS, yang diduga terlibat merancang aksi teror di Kota Bandung.

    Setelah itu, ketiga orang tersebut pun mencoba lagi meledakan bom panci di rumah makan di kawasan Astana Anyar, Kota Bandung. Lagi-lagi, bom yang telah mereka rakit gagal meledak. Aksi tersebut dilakukan tiga hari sebelum bom panci meledak di kamar AW. "Sehingga mereka mencoba lagi. Maka, yang terjadi seperti kemarin (ledakan di Buah Batu)," katanya.

    Baca pula:

    Bom Panci Meledak di Kontrakan, Seperti Bom Cicendo Bandung?

    Yusri menyebutkan, bom pertama yang gagal meledak di rumah makan di Kota Bandung itu apabila meledak memilki daya rusak yang cukup kuat. Bom seberat 1,5 kilogram itu, ujar Yusri, mampu merusak satu gedung. Bom kedua, kata Yusri, pun memilki daya ledak yang cukup kuat apabila berhasil meledak.

    "(Bom yang kedua) sudah mencoba diledakan dengan berat 90 miligram. Tetapi belum sempurna, ledakannya tidak ada, tapi baru asap, dia buang barang bukti itu ke sungai dekat dengan kosannya," kata Yusri.

    Setelah gagal meledakan dua bom, kelompok ini pun kembali merencanakan aksi teror di tiga tempat di Kota Bandung. Berdasarkan hasil introgasi, mereka akan meledakan bom pada 16 Juli 2017.

    "Mereka menyiapkan 3 bom, tanggal 16 Juli nanti niatnya akan diledakan salah satunya di cafe di Braga. Kemudian, yang 2 ini bom kaleng akan juga diledakan," kata Yusri.

    Berdasarkan intrograsi terhadap para terduga pelaku, bom panci Bandung tersebut dirakit berdasarkan panduan dari situs di internet. Yusri menyebutkan, otak dari rencana aksi teror tersebut dikomondai oleh AW. "Otaknya di AW," ucap Yusri.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.