Menteri Budi Karya Keluarkan Edaran, Minta Petugas Bandara Sopan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita mengaku istri pejabat tampar petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado. youtube.com

    Wanita mengaku istri pejabat tampar petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  mengatakan, pihaknya melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  mengirimkan surat edaran yang ditujukan kepada pengelola bandara terkait standar operational procedure (SOP) pelayanan aviation security (avsec) terhadap pelanggan.

    Hal itu dilakukan menyusul terjadinya insiden penamparan yang dilakukan oleh instri Brigadir Jenderal Sumampouw, Joice Warow terhadap petugas avsec di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Rabu kemarin.

    Baca: Reaksi Menteri Budi Karya Atas Penamparan Petugas Bandara Manado

    “Ada kekhilafan teman kami yang ada di frontliner sebagai aviation security. Karenanya hari ini saya menugaskan Dirjen. Kalau kemarin korban melakukan upaya hukum, kalau hari ini kami mengirimkan surat edaran sesuai dengan SOP khususnya tingkat kesopanan yang harus dijaga,” tutur Budi Karya dalam rapat kerja yang digelar bersama dengan Komisi Infrastruktur dan Transportasi di Komplek Parlemen Senayan, Kamis, 6 Juli 2017.

    Dalam rapat tersebut, salah satu anggota Komisi, Hatta, mengatakan bahwa kejadian tersebut cukup menghebohkan  karena pelaku pemukulan merupakan istri dari jenderal bintang satu. Namun di sisi lain ia juga mengusulkan terkait standar penindakan terhadap pegawai avsec yang mungkin juga bertindak tidak sopan sehingga menyebabkan si penumpang sampai menamparnya.

    Simak: Istri Pejabat Penampar Petugas Bandara Dilaporkan ke Polsek

    “Kami salut terhadap ini, ada aturan. Tapi di sisi lain, tolong ditindak, mungkin ini bukan pegawai perhubungan namun outsourching. Mungkin ada etika yang harus dibina dengan baik, bukan hanya melakukan tugas, tapi pelayanan sebaik mungkin, karena yang dilayani ini manusia, pemikirannya tidak sama,” ucapnya.

    Ia menceritakan pengalamannya di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, khususnya di Terminal 1 dan 2. Saat pengecekan di pintu pemeriksaan pertama tidak diminta untuk membuka jaket, namun diminta untuk membuka arloji dan ikat pinggang. Baru di pengecekan kedua, ia diminta untuk membuka jaket, arloji dan ikat pinggang.

    Pengalaman lain, kata dia, dialami saat di Bandara Medan. Hatta mengaku diperiksa serta diinterogasi. “Kami tak menghendaki adanya penamparan dan sebagainya. Ini sebenarnya perlu disampaikan standarnya,” tutur Hatta.

    Lihat: Istri Pejabat Penampar Petugas Bandara Laporkan Korban ke Polisi

    Sebelumnya seorang calon penumpang pesawat Joyce Warouw menampar seorang petugas avsec di Bandara Sam Ratulangi Manado. Informasi yang dihimpun Tempo menyebutkan, hal tersebut bermula pada sat ia masuk pintu pemeriksaan menuju ruang tunggu Bandara Sam Ratulangi.

    Namun saat diperiksa, ia menolak untuk melepaskan jam tangannya yang terbuat dari logam. Petugas avsec memintanya untuk kembali ke pintu masuk dan melepas jam tangan, namun Joyce marah dan menampar petugas tersebut.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.