Lebaran H+2, Pemudik Gelombang Kedua Padati Tol Cikampek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan pemudik terjebak kemacetan yang cukup parah pada H-3 menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H sebelum memasuki pintu tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Cikampek, 22 Juni 2017. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada Jumat-Sabtu, 23 dan 24 Juni. TEMPO/Imam Sukamto

    Ribuan kendaraan pemudik terjebak kemacetan yang cukup parah pada H-3 menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H sebelum memasuki pintu tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Cikampek, 22 Juni 2017. Pemerintah memprediksi puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada Jumat-Sabtu, 23 dan 24 Juni. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Bekasi - Lebaran sudah memasuki hari kedua, namun ruas jalan tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Cikampek masih cukup padat. Volume kendaraan para pemudik kembali meningkat.

    "Kepadatan terjadi di antrean gerbang tol Cikarang Utama," kata juru bicara PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Handoyono, Senin, 26 Juni 2017.

    Menurut  Handoyo, kepadatan di gerbang tol Cikarang Utama lantaran terjadi antrean dari kilometer 25 sampai kilometer 29. Karena itu, pihaknya memberlakukan satu gardu reversible untuk contra flow sehingga langsung menuju ke kilometer 41.

    Baca: H-1 Lebaran, 922 Ribu Kendaraan Mudik Lewat Tol Cikarang Utama

    "Contra flow yang kedua di kilometer 50 hingga kilometer 61," ucap Handoyono.

    Ia mengatakan meski sudah memasuki hari ke dua Lebaran, pemudik dari Jakarta dan daerah penyangga terus masuk ke ruas jalan tol Cikampek. Mayoritas mereka menuju ke Bandung dan daerah di Jawa Barat via tol Purbaleunyi.

    "Kami juga melakukan buka tutup rest area karena keluar masuk rest area menyebabkan gangguan lalu lintas," katanya.

    Pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek, Denny Brata, mengatakan memilih pulang kampung ke Pemalang, Jawa Tengah di Lebaran kedua untuk menghindari macet. "Tapi ketika masuk tol, ternyata masih macet parah," kata Denny, yang mengabarkan dari kilometer 32 tol Jakarta-Cikampek.

    ADI WARSONO











     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?