Demi Uang Rp 20 Ribu, Ribuan Warga Antre di Pabrik Gudang Garam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga antre untuk mendapatkan uang zakat dari perusahaan rokok Gudang Garam Kediri (17/9). Orang dewasa mendapat Rp. 20.000 dan anak-anak Rp.10.000. Foto: TEMPO/Fully Syafi

    Ribuan warga antre untuk mendapatkan uang zakat dari perusahaan rokok Gudang Garam Kediri (17/9). Orang dewasa mendapat Rp. 20.000 dan anak-anak Rp.10.000. Foto: TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Kediri - Lebih dari 11 ribu warga miskin mengantre untuk mendapatkan sedekah dari PT Gudang Garam (Tbk). Sejak subuh, mereka sudah mengular memenuhi jalanan pabrik rokok demi mendapat angpau senilai Rp 20 ribu. Warga sudah mulai mengantre pukul 04.30 meskipun pembagian baru dilaksanakan pukul 06.00.

    Safitri, 45 tahun, salah satu penerima sedekah asal Kediri, mengaku datang ke lokasi pabrik setiap tahun. Meski jadwal pembagian sedekah ini tak pernah dipublikasikan, tapi ibu tiga anak ini tak pernah ketinggalan informasi. “Para karyawan pabrik biasanya memberi tahu kanan-kiri,” katanya, Jumat, 23 Juni 2017.

    Baca: Lebaran, Tarif Masuk Kebun Binatang Bandung Naik 60 Persen

    Untuk mendapatkan angpau tersebut, Safitri menuturkan sudah berdiri di lokasi pabrik pukul 04.30. Sebab, pembagian angpau akan dilaksanakan tepat pukul 06.00 dengan mendahulukan kelompok perempuan dan anak. "Jika sudah terlewat, tak bisa lagi mengantre," ujarnya.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, perusahaan rokok PT Gudang Garam selalu memberikan sedekah atau yang disebut dengan salam tempel kepada masyarakat di sekitar pabrik. Pemberian sedekah dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Namun praktiknya banyak warga dari luar Kota Kediri ikut mengantre karena kami tidak membatasi mereka,” kata Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Iwhan Tri Cahyono.

    Meski melibatkan ribuan orang, pembagian sedekah ini tak pernah berlangsung ricuh. Selain membuat aturan mengantre yang memisahkan kelompok perempuan, anak-anak, dan pria, 800 personel aparat keamanan gabungan dari TNI dan Kepolisian RI ikut mengawal mereka. Jumlah itu masih didukung 100 petugas keamanan pabrik yang mengatur antrean.

    Baca: Lebaran, Gubernur Ganjar Pranowo Bernostalgia di Tawangmangu

    Iwhan mengatakan pemberian sedekah atau salam tempel ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) PT Gudang Garam dan menjadi kegiatan tahunan. Meski setiap tahun pelaksanaan kegiatan ini selalu dievaluasi, hingga kini perusahaan masih menganggap sedekah Lebaran ini efektif.

    PT Gudang Garam membagikan sedikitnya 11.600 amplop senilai uang pecahan Rp 20 ribu. Masing-masing orang mendapat satu amplop tanpa persyaratan apa pun. Karena itu, tak sedikit dari mereka yang memboyong seluruh anggota keluarga dan tetangga untuk mendapat angpau. “Sejak beberapa tahun terakhir, nilainya tetap dua puluh ribu,” katanya.

    Meski jumlah uangnya tak berangsur naik, peserta salam tempel tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu. Panitia mencatat lebih dari 11.600 orang mengantre tahun ini, lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya 7.800 orang. Untuk memenuhi kebutuhan angpau, PT Gudang Garam mengucurkan dana Rp 232 juta.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.