Mudik H-2 Lebaran, Jalur Menuju Pelabuhan Merak Lumpuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik sepeda motor memasuki kapal

    Pemudik sepeda motor memasuki kapal "Roll on-Roll off" (RoRo) untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu, 21 Juni 2017. Pada H-4 malam, Pelabuhan Merak mulai dipadati pemudik sepeda motor. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Cilegon -Puncak arus mudik 2017 di Pelabuhan Merak Kota Cilegon, Banten diprediksi sudah terjadi hari ini Jum’at, 23 Juni 2017. Hal tersebut terlihat dari para penumpang pejalan kaki, penumpang pengguna sepeda motor dan kendaraan pribadi terlihat terus memadati setiap lahan parkir di dermaga Pebuhan Merak dan Terminal Terpadu Merak (TTM) terus dipadat pemudik dari berbagai daerah yang akan ke Pulau Sumatera.

    Baca : Mudik Lebaran: 1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

    Berdasarkan pantauan Jum’at, 23 Juni 2017 dini hari disekitar pelabuhan Merak, ribuan pemudik yang datang dari pelabuhan Bakauheni Lampung masih terus berdatangan. Bahkan, jalur mudik menuju Pelabuhan Merak sempat lumpuh pada Jum’at, 23 Juni 2017 dini hari hingga Subuh ini. Ribuan kendaraan pemudik terus mengalami peningkatan hingga mengakibatkan antrean sejauh 3 kilometer dari Pelabuhan Merak.

    Antrean kendaraan dari arah Tol Tangerang ke tol Merak sempat sampai KM 95 tepatnya di wilayah Grogol atau sekitar pintu tol Cilegon Barat. Akibatnya, ribuan kendaraan yang akan menuju pelabuhan harus dialihkan melalui jalur arteri.

    Selain di jalan tol, jalur arteri juga mengalami kemacetan dari pertigaan Gerem ke Cikuasa Bawah sampai ke pintu gerbang pelabuhan sejauh 4 kilometer. Kendaraan didominasi oleh roda dua dan roda empat akibat pengalihan dari jalur tol. 

    Data dari PT ASDP Merak sudah memberangkatkan kurang lebih sebanyak 10.925 pemudik pejalan kaki. Untuk pemudik dengan kendaraan roda dua mencapai 4.841. Adapun pemudik dengan kendaraan roda empat mencapai 7.942.

    Jurubicara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi Oetomo mengatakan, bahwa puncak arus mudik di Pelabuhan Merak memang sudah diperkirakan terjadi pada Kamis malam, sebab dirinya mengacu pada data yang ada dari tahun sebelumnya.

    Mario mengatakan bahwa saat ini PT ASDP terus melakukan percepatan waktu bongkar muat dari yang semula 60 menit menjadi 45 menit. “Langkah pertama yang kami lakukan adalah percepatan waktu bongkar muat kapal. Jika ini belum bisa mengatasi, kita akan akan tambah jumlah kapal,” katanya.

    Simak juga :  Brexit Padat, Tol Fungsional Brebes-Batang Dibuka Buat Pemudik

    Samid, 35 tahun, salah seorang warga yang hendak pulang ke Palembang mengaku memilih pulang kampong pada H-2 karena baru memasuki hari libur kerja. “Saya berangkat pukul 21.00 WIB dari Jakarta ke Pelabuhan Merak, begitu sampai Cilegon Barat sudah mulai macet dan baru bias masuk pelabuhan sekitar pukul 02:00 WIB," katanya.

    Komari, 52 tahun pemudik tujuan Jambi mengaku memilih menyeberang dari Merak ke Bakauheni saat malam hari karena bisa tidur sejenak di kapal sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, faktor keamanan juga menjadi prioritas.

    “Jika menyeberang di malam hari, maka sampai di Bakauheni akan pagi hari, dan lebih aman untuk perjalanan darat. Kalau nyeberang malam kita sampai Bakauheni pagi, jalan darat jadi aman. Tapi, kalau nyeberang siang sampai Bakauheni sore atau malam kita mau lanjut perjalanan darat agak takut apalagi dengan kendaraan pribadi,” ujar Komari.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.