Penyebab Gubernur DIY Melarang Mobil Dinas Dipakai Buat Mudik

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Sri Sultan Hamengkubuwono X (tengah), berikan sambutan atas logo baru Jogja istimewa di kompleks kantor Gubernur DI. Yogyakarta, 5 Februari 2015. Logo baru Jogja, digagas oleh tim 11 yang berisi relawan, akademisi dan budayawan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X melarang keras jajaran pejabatnya menggunakan kendaraan dinas untuk mudik maupun libur lebaran.

“Saya tegaskan mobil dinas tidak boleh dipakai untuk mudik,” ujar Sri Sultan di Kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Selasa 20 Juni 2017. Sultan menuturkan, mobil dinas merupakan fasilitas negara yang hanya bisa digunakan untuk keperluan pelayanan publik.

Baca : Mudik 2017, Ini Peta Jalur Rawan Macet di Sleman Yogyakarta

“Alasannya sudah jelas, mobil dinas itu milik negara, jadi saya tidak akan mengijinkan aset negara digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Sultan.

Namun, Sultan menuturkan, pihaknya hanya bisa menginstruksikan pelarangan
penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi itu di tingkat pejabat pemerintah provinsi DIY. Selaku Gubernur, Sultan mengakui tak memiliki kewenangan mengatur kebijakan pemerintah kabupaten/kota.

“Setelah otonomi pemerintah kabupaten/kota punya kewenangan sendiri mengeluarkan kebijakannya, termasuk penggunaan aset negara seperti mobil dinas itu, saya tak bisa ikut campur,” ujar Sultan lagi.

Namun sejauh ini, Sri Sultan mengatakan belum pernah mendapat informasi adanya pejabat baik di tingkat provinsi atau pun kabupaten/kota yang kedapatan memakai mobil dinas untuk mudik atau libur lebaran. “Belum pernah ada informasi yang masuk soal itu (mobil dinas dipakai mudik),” ujarnya.

Simak : KPK Imbau Pejabat dan PNS Tak Pakai Mobil Dinas untuk Mudik

Sultan pun meminta para PNS di DIY patuh pada jadwal cuti lebaran yang dimulai tanggal 23 Juni dilanjutkan 27-30 Juni. Sehingga PNS baru masuk kembali bekerja pada 3 Juli 2017 mendatang. “Jangan sampai ada PNS yang menambah jadwal cuti sendiri,” ujar Sultan.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Harry Agus Triono menuturkan, pada masa libur lebaran ratusan petugas Dinas Perhubungan tetap bertugas.

“Kami menyiapkan sebanyak 144 personil yang bertugas memonitor angkutan Lebaran Tahun 2017 ini selama 24 jam sehari, yang dibagi dalam tiga shift kerja,” ujarnya.

Baca juga : Alasan 200 Mobil Dinas di Kota Depok Boleh Dipakai Mudik

Selain personil dari Dinas Perhubungan DIY, untuk Terminal Giwangan Yogyakarta akan disiagakan 117 personil dan Terminal Dhaksinaga Wonosari disiagkan sejumlah 40 personil.

Para petugas akan menjaga sebanyak 13 titik posko untuk monitoring angkutan selama arus mudik hingga arus balik yang dipatok H-7 hingga H+7 atau mulai tanggal 18 Juni 2017 hingga 3 Juli 2017.

PRIBADI WICAKSONO






Alasan Sultan HB X Ingin Penanaman Kopi Gencar di Lereng Merapi

2 hari lalu

Alasan Sultan HB X Ingin Penanaman Kopi Gencar di Lereng Merapi

Sultan Hamengku Buwono X menuturkan ada beberapa faktor positif jika aktivitas menanam kopi di lereng Merapi jadi prioritas.


Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

5 hari lalu

Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

Royal Kencana Mansion dilengkapi dengan berbagai spot destinasi alam yang menakjubkan seperti danau, padang pasir, bunga ilalang, dan taman bunga.


Sapa Aruh, Sultan Hamengku Buwono X Beberkan Konsep Pengembangan Wisata Lewat Dana Keistimewaan

27 hari lalu

Sapa Aruh, Sultan Hamengku Buwono X Beberkan Konsep Pengembangan Wisata Lewat Dana Keistimewaan

Sultan HB X mengisyaratkan pemakaian Dana Keistimewaan yang bersumber dari APBN salah satunya bisa untuk membantu pengembangan wisata suatu daerah.


Konser Kamardikan Digelar, Saat Masyarakat Bisa Kembali Kunjungi Agenda Keraton Yogyakarta

28 hari lalu

Konser Kamardikan Digelar, Saat Masyarakat Bisa Kembali Kunjungi Agenda Keraton Yogyakarta

Sebanyak 750 pengunjung dihibur dengan penampilan apik konser yang diinisiasi divisi kesenian atau Kawedanan Kridhomardowo Keraton Yogyakarta itu.


Keraton Yogyakarta Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Seni Budaya

29 hari lalu

Keraton Yogyakarta Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Seni Budaya

Lembaga sertifikasi profesi Keraton Yogyakarta ini tidak hanya untuk abdi dalem Keraton saja, namun juga bisa dimanfaatkan masyarakat luas.


Jogja Fashion Week 2022 Digelar 5 Hari, Libatkan 100 UKM Fashion dan 79 Desainer Yogya

32 hari lalu

Jogja Fashion Week 2022 Digelar 5 Hari, Libatkan 100 UKM Fashion dan 79 Desainer Yogya

Jogja Fashion Week ditujukan untuk mendorong berkembangnya sektor industri kreatif dan produk kreatif khususnya produk busana.


UNESCO Mulai Nilai Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

33 hari lalu

UNESCO Mulai Nilai Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Sumbu filosofi Yogyakarta merupakan garis imajiner atau arus jalan yang menghubungkan antara titik Panggung Krapyak dan Tugu Yogyakarta.


Yogyakarta Punya Omah Wayang, Ini Fungsinya

36 hari lalu

Yogyakarta Punya Omah Wayang, Ini Fungsinya

Sultan menuturkan, dari Omah Wayang itu, masyarakat diajak kembali nuladha (berkaca), pada leluhur yang sudah menciptakan pertunjukan itu.


Berminat Jadi Prajurit Keraton Yogyakarta, Perhatikan Syarat-syaratnya

36 hari lalu

Berminat Jadi Prajurit Keraton Yogyakarta, Perhatikan Syarat-syaratnya

Keraton Yogyakarta membuka pendaftaran calon prajurit baru mulai 21 Agustus 2022 hingga ditutup pada 21 September 2022.


Kasus Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, Sekda DIY: Ada Pelanggaran Disiplin Pihak Sekolah

54 hari lalu

Kasus Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, Sekda DIY: Ada Pelanggaran Disiplin Pihak Sekolah

Sekda DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji mengatakan dari informasi yang dihimpun dalam kasus siswi dipaksa pakai jilbab, ada pelanggaran disiplin.