Ridwan Kamil Terima Pinangan NasDem, Gerindra: Ada Intimidasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil menyampaikan pidatonya pada acara Deklarasi Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar 2018-2023 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Monumen Bandung Lautan Api, Jawa Barat, 19 Maret 2017. ANTARA FOTO

    Ridwan Kamil menyampaikan pidatonya pada acara Deklarasi Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar 2018-2023 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Monumen Bandung Lautan Api, Jawa Barat, 19 Maret 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.COBandung - Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra Ferry Juliantono membeberkan alasan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akhirnya memutuskan mendeklarasikan pencalonan dirinya bersama Partai NasDem untuk maju dalam pemilihan gubernur di pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Barat 2018. 

    "Kami mengetahui Pak Ridwan Kamil memutuskan melakukan deklarasi dengan partai NasDem karena ada intimidasi dan tekanan kepada yang bersangkutan," ujar Ferry setelah menjadi pembicara dalam acara rilis hasil survei Indo Barometer terkait dengan pilgub di pilkada Jawa Barat 2018, di Hotel Bidakara, Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa, 6 Juni 2017.

    Baca juga: 
    Anies-Sandi Menang di DKI, Ridwan Kamil: Gerindra Tak Ada Masalah

    Survei Pilgub Jawa Barat, Indo Barometer: Ridwan Kamil Terpopuler

    Menurut Ferry, wali kota yang akrab disapa Kang Emil itu terkesan terpaksa memutuskan menerima pinangan Partai NasDem. 

    "Tekanan kasus-kasus beliau yang ada di Kejaksaan Agung. Kita tonton dalam video yang viral tentang pernyataan pribadi Ridwan yang menyatakan, ‘Yah, tahu sendiri-lah kalau NasDem bukan hanya punya ini-itu, melainkan juga kejaksaan dan sebagainya’," ujarnya.

    Baca pula: 
    Ridwan Kamil Klaim Dukungan NasDem Bikin Popularitasnya Naik

    Kecurigaan Ferry pun kian kuat setelah pernyataan mengejutkan Ridwan yang kini viral beredar di YouTube yang mengatakan pilihan Ridwan akhirnya jatuh ke pangkuan Partai NasDem lantaran memiliki media dan kejaksaan. Hal itu yang akan menghambat pembangunan Kota Bandung kalau seandainya Ridwan menolak tawaran NasDem.

    "Sudah dikonfirmasi oleh Pak Ridwan Kamil bahwa memang beliau ditekan oleh jaksa agung yang notabene dari Partai NasDem supaya kasus-kasusnya berhenti," katanya.

    Silakan baca: 
    Gerindra Tolak Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat, Sejalankah PKS
    Ridwan Kamil Terima Pinangan NasDem, Gerindra: Kami Tak Sakit Hati

    Awalnya, kata Ferry, keputusan Ridwan Kamil memang membuat jajaran pembesar Partai Gerindra sakit hati. Namun, Ferry mengatakan, setelah mengetahui alasan Ridwan menerima tawaran NasDem karena faktor tekanan, sikap Gerindra sedikit melunak. "Sangat mengganggu perasaan kami bahwa ada klausul (syarat yang ditawarkan Partai NasDem) seperti itu dan disetujui Pak Ridwan Kamil," ujarnya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.