Banjir Kota Padang, 140 Ribu Siswa SD dan SMP Diliburkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    TEMPO.COPadang - Banjir di Padang, Sumatera Barat, mengakibatkan ribuan siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) diliburkan, Rabu, 31 Mei 2017. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kota itu.

    "Hari ini semua siswa kami liburkan (karena banjir). Ujian naik kelas kami undur hingga Jumat, 2 Juni 2017," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Barlius saat dihubungi Tempo, Rabu, 31 Mei 2017.

    Baca juga: Banjir Kepung Kota Padang Akibat Hujan Lebat

    Menurut Barlius, sebanyak 140 ribu siswa SD dan SMP diliburkan karena cuaca ekstrem melanda Kota Padang. Tingginya curah hujan menyebabkan banjir di banyak titik, termasuk di sejumlah jalan protokol Kota Padang. 

    Bahkan, kata dia, ada sejumlah sekolah yang digenangi banjir sehingga tidak bisa digunakan. Di antaranya SMP 20, SMP 25, SMP 27, dan SMP 40.

    "Air sudah mulai memasuki lokasi. Siswa juga susah berangkat ke sekolah karena lebatnya hujan," ujarnya.

    Banjir merendam hampir semua kecamatan di Kota Padang. Misalnya di kawasan Andalas, Jati, Sawahan, Kecamatan Padang Timur; Lubuk Lintah, Anduring, Kecamatan Kuranji; kawasan Mato Aie, Rawang, Kecamatan Padang Selatan; kawasan Khatib Sulaiman, Lolong, Kecamatan Padang Utara; kawasan Pegambiran, Ampalu, Kecamatan Lubuk Begalung; Kurao Pagang, Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.

    Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang Edi Hasyimi mengatakan banjir di Padang yang terparah terjadi di Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa. "Mencapai dada orang dewasa atau mencapai 1,5 meter. Warga sudah mengungsi," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.