Pelaku Teror Bom Kampung Melayu Titip Motor Sebelum Bunuh Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Halte Kampung Melayu porak-poranda, kaca-kaca pecah akibat ledakan bom pada 24 Mei 2017. MARIA FRANSISCA

    Halte Kampung Melayu porak-poranda, kaca-kaca pecah akibat ledakan bom pada 24 Mei 2017. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI mulai mengurai kronologi perencanaan teror bom Kampung Melayu. Selasa kemarin, 30 Mei 2017, Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali menangkap dua orang, yang dicurigai berhubungan dengan Ahmad Sukri—yang bersama Ichwan Nurul Salam—meledakkan bom pada Rabu malam, 24 Mei 2017.

    “Mereka sudah bertemu beberapa kali (dengan Sukri) secara intensif,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, Selasa, 30 Mei 2017. Menurut dia, saat ini, penyidik masih menggali isi pertemuan tersebut.

    Baca: 9 Fakta Teror Bom Kampung Melayu

    Penangkapan dilakukan terhadap AS di Jalan Bambu Kuning Utara, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta timur. Kemudian rekan AS, inisial BF alias I, diciduk di sebuah rumah kontrakan di Jalan Masjid Tiga, Kecamatan Cipayung.

    Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan AS bertemu Sukri sehari sebelum teror bom Kampung Melayu. Dalam pertemuan tersebut, Sukri menyerahkan sepeda motor, yang kemudian dititipkan kepada R alias B. Sepeda motor itu lalu diserahkan kepada BF alias I.

    Densus 88 telah menangkap R alias B saat berboncengan dengan K di Cibubur, Jakarta Timur, Ahad, 28 Mei 2017. Keduanya diperiksa di Markas Korps Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Polisi juga menyita sejumlah barang, antara lain dua unit telepon seluler, dompet, kartu anjungan tunai mandiri, buku pemilik kendaraan bermotor, dan uang tunai Rp 1,8 juta.

    Baca: Bom Kampung Melayu, Begini Jejak Terkait dengan Aksi Teror JAD

    Setelah bom meledak dan menewaskan tiga anggota Sabhara Kepolisian Daerah Metro Jaya, polisi telah menangkap delapan orang. Tiga di antaranya, Jajang Iqin Sodikin, Waris Suyitno, dan Asep alias Abu Dafa, ditangkap di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

    Mereka diduga tergabung dalam Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Bandung. Sejak awal, kepolisian mencurigai kelompok pimpinan terpidana terorisme Aman Abdurrahman ini sebagai dalang bom Kampung Melayu. Jaringan yang sama juga diduga mengotaki sejumlah teror, seperti bom Thamrin, Jakarta, awal 2016, dan bom Taman Pandawa, Cicendo, Jawa Barat, akhir Februari lalu.

    Martinus mengatakan dua dari delapan orang yang ditangkap terkait dengan teror bom Kampung Melayu telah dipulangkan. Adapun enam orang lain masih diperiksa. "Penyidik punya 7 x 24 jam untuk menetapkan status mereka," katanya.

    Menurut Setyo, kemarin, Mabes Polri menerbangkan Brigadir Dua Yogi Bayu Yudistira ke Singapura untuk menjalani pengobatan di Singapore General Hospital. Yogi terluka paling parah di antara enam anggota personel Peleton IV Sabhara Polda Metro Jaya yang menjadi korban luka-luka dalam aksi teror bom Kampung Melayu. "Mata kiri Bripda Yogi sudah rusak total dan ada luka-luka yang harus ditindaklanjuti," kata Setyo.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.