Sulteng Diguncang Gempa 6,6 SR, Warga Berlarian ke Luar Rumah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. allvoices.com

    Ilustrasi. allvoices.com

    TEMPO.CO, Palu - Gempa bumi berkekuatan 6,6 SR mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, terutama Kabupaten Poso. Getaran gempa tersebut membuat warga berhamburan keluar dari rumah.

    "Lagi keasyikan nonton film, tiba-tiba getaran besar sekali. Kami semua langsung keluar dari rumah,"ujar Isma, warga Poso melalui pesan Whatsapp kepada Tempo, Senin malam 29 Mei 2017.

    Gempa tersebut terjadi pada pukul 21:35:22 WITA. Pusat gempa berada pada1.33 LS, 120.41 BT (38 kilometer Barat Laut). Lokasi pusat gempa berada sekitar 38 kilometer dari arah barat laut Poso, Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 kilometer. Belum ada laporan kerusakan harta benda dan korban jiwa akibat gempa tersebut.

    Getaran yang cukup keras itu juga tidak hanya dirasakan di Poso, tetapi hampir semua wilayah di Sulawesi Tengah. Andi, warga Palopo, Sulawesi Selatan menyatakan juga merasakan getaran gempa tersebut. "Terasa sampai di Palopo," ujarnya.

    Hasil analisa BMKG menunjukan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 22:35:22 WITA dengan kekuatan 6.6 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 1.33 LS dan 120.41 BT pada kedalaman 10 Kilometer.

    Berdasarkan Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat dirasakan di daerah Torue dan Poso, dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (V MMI). Adapun di Palu dan Sigi, dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (III-IV MMI), Toli-Toli, Pasang Kayu dan Tana Toraja, dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (III MMI). Sementara di Gorontalo, Boalemo dan Bone Bolango, dalam skala intensitas I SIG BMKG atau (II-III MMI), Palopo, Masamba dan Balikpapan, dalam skala intensitas I SIG BMKG atau (II MMI) .

    Hingga berita ini ditulis, telah terjadi beberapa kali gempa susulan. BMKG menghimbau warga tetap tenang. BMKG menghimbau masyarakat di daerah pesisir agar tidak terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

    "Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," ujar Petrus Demon Sili, Kepala Stasiun Geofisika Klas I Palu.

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.