Corby Bebas, Menteri Yasonna: Dia Sangat Trauma  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Schapelle Corby menutupi wajahnya, pada saat menyelesaikan administrasi bebas bersyaratnya di kantor kejaksaan di Denpasar, Bali, (10/2).  AP/Firdia Lisnawati

    Schapelle Corby menutupi wajahnya, pada saat menyelesaikan administrasi bebas bersyaratnya di kantor kejaksaan di Denpasar, Bali, (10/2). AP/Firdia Lisnawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan narapidana narkoba kepemilikan 4,2 kilogram ganja, Schapelle Leigh Corby, telah selesai menjalani masa hukumannya di Indonesia. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan Corby telah pulang ke Brisbane, Australia, pada Sabtu, 27 Mei 2017, pukul 00.00 WIB, menggunakan Malindo Air.

    "(Corby) sudah menjadi manusia bebas. Sudah tak ada lagi alasan kami untuk menahan. Dan itu hak dia," kata Yasonna saat ditemui di Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, Ahad, 28 Mei 2017.

    Baca: Bebas Murni, Corby Dideportasi dari Bali ke Australia

    Yasonna mengatakan sempat mencoba menemui Corby sebelum pulang ke Australia. Namun, ia mengatakan Corby dalam kondisi sangat traumatik akibat terlalu banyak tekanan dari media terkait dengan dirinya.

    "Dia sangat khawatir terlalu banyak teman-teman wartawan yang meminta, jadi dia agak sulit berkomunikasi. Itu hak dia," kata Yasonna.

    Adapun rencana Yasonna menemui Corby, adalah untuk berbicara kepadanya. Yasonna awalnya ingin meminta Corby agar tidak membuat kehebohan baru. Traumatik itu, kata Yasonna, bisa jadi membuat Corby enggan datang lagi ke Indonesia.

    Ia dibebaskan setelah lebih-kurang sembilan tahun mendekam di balik jeruji besi Kerobokan Bali dan tiga tahun menjalani hukuman bebas bersyarat di Indonesia. Dalam menjalani hukuman itu, Corby menempati rumah kontrakan di Badung, Jalan Kartika Plaza, Gang Pudak Sari Nomor 9, Kuta.

    Baca: Bebas dari Kasus Narkoba, Corby Mengunggah Proses Pemulangannya

    Mantan terapis kecantikan tersebut ditangkap pada 2004 di bandara Bali karena kedapatan membawa 4,2 kilogram ganja yang disembunyikan di perlengkapan selancar.

    Kasusnya tersebut sempat mempengaruhi hubungan luar negeri antara Australia dan Indonesia. Hukuman yang dijatuhkan kepada Corby dinilai telah membuat marah warga Australia. Sebagian dari mereka mengatakan hukuman penjara bagi Corby terlalu berat.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.