Anak Harimau Sumatera yang Ditemukan di Bengkalis Akhirnya Mati

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Seekor anak harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang ditemukan warga dalam kondisi lemas di kebun karet Desa Apiapi, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis akhirnya mati setelah mendapat perawatan medis di Klinik Hewan BBKSDA Riau, 26 Mei 2017. Harimau disebut mengalami dehidrasi berat dan mal nutrisi yang membuat komplikasi di beberapa bagian tubuh. TEMPO/Riyan Nofitra

TEMPO.CO, Pekanbaru - Seekor anak Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang ditemukan di kebun karet milik warga di Desa Apiapi, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, Kamis, 24 Mei 2017 akhirnya mati sehari kemudian. Anak harimau usia enam bulan mati mengalami dehidrasi berat dan mal nutrisi.

"Sehingga terjadi komplikasi di beberapa bagian tubuh," kata Juru bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah Riau Dian Indriyanti, Sabtu, 27 Mei 2017.

Menurut Dian, anak harimau tersebut sempat menjalani perawatan di Klinik Hewan BBKSDA di Pekanbaru. Beberapa saat harimau sempat bisa berdiri sempoyongan, buang air kecil, menggerakkan telinga dan mengibaskan ekor. Penanganan dilanjutkan dengan infus glukosa, injeksi biosalamin dan antibiotik. "Namun tidak berapa lama kondisinya kembali melemah," jelasnya.

Baca: Kematian Harimau Sumatera Diselidiki, Kuburannya Digali Lagi

Sebelum dikubur kata Dian, tim medis dari Balai Besar KSDA Riau sempat melakukan autopsi terhadap tubuh harimau tersebut. Tim medis menemukan beberapa penyebab kematian yakni mengalami dehidrasi tingkat tinggi, mal nutrisi sehingga terjadi komplikasi di beberapa bagian tubuhnya.

Belum dapat dijelaskan lebih rinci secara medis karena beberapa bagian tubuhnya seperti paru paru, jantung, limpa, usus dan empedu segera dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Namun secara kasat mata pada saat dilakukan autopsi dapat dilihat bahwa dalam parunya mengeluarkan nanah dan berwarna merah pucat menandakan bahwa paru parunya kemungkinan terkena infeksi," kata Dian.

Baca: Menteri Tjahjo dan Kisah Perburuan Harimau Sumatera

Sebelumnya, warga menemukan anak harimau itu dalam kondisi lemas tak berdaya di kebun karet Desa Apiapi, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis. Diduga anak harimau yang masih menyusui itu terlepas dari pengawasan induknya, akibatnya harimau mengalami kelaparan dan dehidrasi berat.

RIYAN NOFITRA






Cerita Bayi Orang UtanTapanuli Sendirian di Bawah Pohon Durian

4 hari lalu

Cerita Bayi Orang UtanTapanuli Sendirian di Bawah Pohon Durian

Inisiatif warga Pahae menyelamatkannya mendapat pujian. Orang utan Tapanuli adalah spesies ketiga setelah spesies orang utan Kalimantan dan Sumatera.


Kawasan Suaka Margasatwa Dangku Dorong Kelompok Tani Hutan Konservasi

6 hari lalu

Kawasan Suaka Margasatwa Dangku Dorong Kelompok Tani Hutan Konservasi

Suaka Margasatwa Dangku menjadi salah satu lokasi target Indonesia FOLU Net Sink 2030.


Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

13 hari lalu

Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

Pertunjukan topeng monyet iberdampak negatif bagi manusia ataupun satwa monyetnya.


BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

28 hari lalu

BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

Kini hewan tersebut diamankan oleh BKSDA Jakarta dan direncanakan akan dilepasliarkan.


BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

49 hari lalu

BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

Empat kukang tersebut terdiri dari tiga ekor yang merupakan barang bukti kejahatan perdagangan satwa dan satu ekor merupakan penyerahan warga


BKSDA Melepasliarkan Burung Kacer di Gunung Poteng Singkawang

58 hari lalu

BKSDA Melepasliarkan Burung Kacer di Gunung Poteng Singkawang

Puluhan burung yang dilepasliarkan adalah merupakan hasil penangkaran burung CV Enggang, salah satu penangkar binaan BKSDA Kalbar.


Jasad Remaja Dekat Buaya di Danau Tolire, BKSDA Tegaskan Bahaya dan Larangan Ini

5 Agustus 2022

Jasad Remaja Dekat Buaya di Danau Tolire, BKSDA Tegaskan Bahaya dan Larangan Ini

BKSDA telah mengevakuasi jasad seorang remaja dari Danau Tolire pada Kamis


BKSDA Buru Penembak Hiu Tutul yang Mati Terdampar di Kulon Progo

27 Juli 2022

BKSDA Buru Penembak Hiu Tutul yang Mati Terdampar di Kulon Progo

Penembakan hiu tutul itu bisa dijerat pasal perburuan satwa liar.


Mati Terdampar di Kulon Progo, Kondisi Hati Hiu Tutul Hancur

27 Juli 2022

Mati Terdampar di Kulon Progo, Kondisi Hati Hiu Tutul Hancur

Hasil otopsi sementara saat tubuh hiu tutul itu dibelah dan dicek organnya, hatinya sudah dalam kondisi hancur, sementara organ lain utuh.


Hiu Tutul 8,7 Meter Mati Terdampar di Pantai Kulon Progo, Ada Luka Tembak

27 Juli 2022

Hiu Tutul 8,7 Meter Mati Terdampar di Pantai Kulon Progo, Ada Luka Tembak

Dugaan hiu tutul itu mati akibat perburuan berdasarkan temuan bekas luka seperti lubang seukuran jari orang dewasa pada bagian kanan tubuh hiu itu.