Ruang Kemendes Disegel KPK, Menteri Eko Cek Stafnya yang Terlibat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) bersama Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (kanan) menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 1 Februari 2017. Selain untuk berkoordinasi, pertemuan tersebut juga meminta KPK untuk melakukan pengawalan terkait penyaluran dan penggunaan dana desa di tahun 2017.  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) bersama Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (kanan) menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 1 Februari 2017. Selain untuk berkoordinasi, pertemuan tersebut juga meminta KPK untuk melakukan pengawalan terkait penyaluran dan penggunaan dana desa di tahun 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan salah satu ruangan pegawai Kementeriannya disegel oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, 26 Mei 2017. Namun, dia belum bisa mengetahui staf kementeriannya yang ditangkap KPK.

    "Informasi masih simpang siur tentang keterlibatan pejabat kementerian kami, tapi ada salah satu ruang pegawai Kemendes yang disegel KPK," kata Eko saat dikonfimasi Tempo, Jumat malam, 26 Mei 2017.

    Baca: 7 Orang Ditangkap KPK, Salah Satunya Auditor Utama BPK

    Menurut Eko, ruangan yang disegel itu ada di kantor Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

    Saat ini, ia mengatakan telah mengirim biro hukum di kementeriannya untuk mendapatkan informasi adanya salah satu stafnya yang ikut terjaring operasi tangkap tangan KPK, malam ini. "Saya masih stand by di kantor menunggu kabar dari biro hukum saya," kata dia.

    Jika benar ada pejabat di kementeriannya yang terlibat dalam perkara dugaan korupsi, Eko mengatakan, pihaknya akan mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku. "Bersama pimpinan KPK, saya sudah berkali-kali ingatkan agar KPK boleh memeriksa kementerian tanpa izin saya," kata dia.

    Baca: Auditor BPK Terkena OTT, Ketua KPK: Tunggu Konferensi Pers Besok

    Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan adanya OTT di Jakarta. “Benar, ada kegiatan penyidik KPK di lapangan malam ini. OTT dilakukan di Jakarta terkait dengan salah satu Penyelenggara Negara di salah satu institusi,” ujar Febri, Jumat, 26 Mei 2017.

    Meski demikian, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Ada waktu maksimal 1x24 jam. Akan disampaikan perkembangannya,” tutur Febri.

    Dikabarkan sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap tujuh orang. Adapun yang terjaring tersebut ada yang merupakan anggota BPK dan pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ketujuh orang tersebut saat ini sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

    Tempo mencoba meminta konfirmasi kepada Ketua KPK Agus Raharjo, ia membenarkan adanya OTT tersebut. Salah satu pejabat di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memang terlibat dalam OTT. “Tunggu konferensi pers besok,” tutur Agus.

    DESTRIANITA | MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.