Ditanya Keberadaan Rizieq Syihab, Wiranto: Sudah Minggir Dulu...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpolhukam Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Albert/magang

    Menpolhukam Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Albert/magang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto tak bersedia menanggapi pertanyaan ihwal keberadaan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. "Sudah minggir dulu, saya sudah selesai," kata Wiranto kepada wartawan yang meminta tanggapannya terkait dengan Rizieq Syihab di Monumen Kebangkitan Nasional, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

    Baca: Kasus Percakapan Mesum, Sri Bintang ke Rizieq: Nggak Usah Pulang

    Rizieq Syihab tengah berurusan dengan Polda Metro Jaya, sehubungan dengan kasus dugaan pornografi. Dua kali Rizieq dipanggil penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi atas chat mesum yang suaranya mirip Rizieq dan Firza Husein.

    Wiranto memilih meninggalkan wartawan yang berupaya bertanya. Wiranto pernah menerima kedatangan Rizieq di rumahnya Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Pusat, 9 Februari 2017. Ketika itu, Rizieq yang didampingi perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

    Baca: Firza Husein Jadi Tersangka Pornografi, Bagaimana dengan Rizieq?

    Kepolisian sempat mengendus keberadaan Rizieq Syihab di luar negeri, yaitu di Arab Saudi. Polda Metro Jaya telah mengeluarkan surat perintah penjemputan Rizieq. Namun, hingga sekarang Rizieq belum juga datang. Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, menilai langkah kepolisian berlebihan.

    Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan, bersedia memfasilitasi Polri untuk memulangkan Rizieq Syihab jika Kepolisian sudah menerbitkan red notice atau pernyataan buronan internasional.

    Baca: Pengacara: Rizieq Tidak Akan Seperti Zakir Naik

    "Apabila kepolisian mengeluarkan red notice kami akan mengkomunikasikan kepada negara yang bersangkutan," kata Fachir di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rabu, 17 Mei 2017.

    Menurut Fachir, apabila red notice sudah diterbitkan seluruh kepolisian di berbagai negara yang telah menjadi anggota interpol harus bersedia bekerja sama membantu kepolisian Indonesia. "Red notice kan sifatnya kerja sama antarnegara yang memang sudah menjadi norma internasional," kata Fachir.

    ARKHELAUS W. | YOHANES PASKALIS

    Video Terkait: Rumah Orang Tua Firza Husein Digeledah, Ini Temuan Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.