Jumat, 23 Februari 2018

Hari Ini SBMPTN, Panitia Antisipasi Virus WannaCry  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 16 Mei 2017 06:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hari Ini SBMPTN, Panitia Antisipasi Virus WannaCry  

    Fenomena infeksi virus Ransomware WannaCry menyita perhatian seluruh otoritas informatika dan teknologi dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran virus ini diperkirakan sudah semakin cepat, bahkan dalam hitungan menit. Apa itu virus Ransomware WannaCry dan bagaimana cara mencegahnya?

    TEMPO.CO, Bandung - Selain mewaspadai joki ujian, panitia lokal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 mewaspadai serangan virus ransomware WannaCry. Khususnya pada ujian berbasis komputer atau computer based test (CBT) yang digelar serentak dengan ujian yang memakai kertas dan pensil pada Selasa, 16 Mei 2017. (Baca: Heboh Serangan Ransomware WannaCry, Ini Saran BIN)

    Sekretaris Panitia Lokal SBMPTN Bandung Asep Gana Suganda mengatakan pihaknya telah berupaya mengantisipasi potensi gangguan. "Terkait dengan hal itu (ransomware WannaCry), kami sudah tahu. Semoga ujiannya berjalan lancar," ucap Asep di Sekretariat Panitia Lokal SBMPTN Bandung di kampus Institut Teknologi Bandung, Senin, 15 Mei 2017.

    Infografik: Mencegah Virus Ransomware Wannacry

    Uji coba sistem CBT telah dilakukan beberapa kali. Hasilnya disebut berjalan lancar. Pada 2017, peserta ujian CBT di Bandung dan Tasikmalaya mencapai 2.455. Sebanyak 805 di antaranya melaksanakan ujian di ITB. (Baca: Waspadalah, Pakar Prediksi Akan Ada Serangan Kedua WannaCry)

    Adapun serangan teroris cyber yang mengatasnamakan Shadow Brokers menyebarkan virus ransomware WannaCry ke lebih dari 99 negara. Dampaknya melumpuhkan sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah sakit. Virus yang digunakan jenis lama dan telah menyerang sistem operasi, khususnya Windows.

    Panitia juga mewaspadai potensi gangguan lain yang dialami peserta tes berbasis komputer, yaitu pemadaman listrik. "Kami sudah meminta lewat surat ke PLN agar tidak ada gangguan. Tapi, kalau terjadi, itu karena faktor cuaca. Kami siapkan generator set," tuturnya.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Bermawi Priyatna mengatakan pihaknya cukup was-was atas fenomena maraknya serangan virus WannaCry. Sebab, ada sekitar 800 peserta yang mengikuti ujian berbasis komputer di kampusnya. Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding 2016. "Semoga ujiannya berjalan lancar, sehingga peserta tidak ada yang dirugikan," ujarnya. (Baca: Daftar Versi Windows yang Rentan Terkena Ransomware WannaCry)

    ANWAR SISWADI

    Video Terkait:
    Ancaman Ransomware WannaCry, Pelayanan E-KTP di Brebes Lumpuh



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.