Rizieq Syihab Mangkir, Polri Tak Minta Bantuan Interpol karena...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab, mengacungkan jempolnya saat menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ketika persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua orang saksi ahli yaitu Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    Rizieq Shihab, mengacungkan jempolnya saat menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ketika persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua orang saksi ahli yaitu Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan kepolisian belum mengirimkan red notice ke Interpol untuk mencari keberadaan Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab. Dia beralasan karena penyidik belum meminta hal itu dilakukan.

    "Penyidik belum meminta, nanti kalau sudah meminta baru akan dikirimkan red notice ke Interpol," kata Setyo Wasisto saat ditemui di Pasar Beras Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu, 13 Mei 2017.

    Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq Syihab: Dia Pasti Pulang Kok...

    Setyo menuturkan pihaknya memiliki standar prosedur untuk meminta bantuan Interpol. Dia melihat bantuan baru akan diperlukan jika nantinya Rizieq ditetapkan sebagai tersangka, tapi saat diberikan surat panggilan dia tak hadir.

    Menurut Setyo, meski nantinya penyidik meminta bantuan ke Interpol, akan ada tim analis yang menentukan apakah layak untuk dikeluarkan red notice atau tidak. Sedangkan mengenai posisi Rizieq saat ini, dia mengaku tak mengetahuinya secara persis.

    Mengenai perkembangan kasus-kasus yang diduga melibatkan Rizieq Syihab, Setyo mengungkapkan Kepolisian Daerah Metro Jaya sudah mengirimkan surat pemanggilan kedua soal dugaan chat mesum Rizieq. Dia menambahkan, yang bersangkutan tak ada di rumah, dan surat diterima oleh seseorang yang berada di rumah itu.

    Simak pula: Lacak Rizieq Syihab, Polda Akan Koordinasi dengan Imigrasi

    Surat itu, kata Setyo, akan diserahkan oleh si penerima surat kepada Rizieq yang sedang berada di luar negeri melalui aplikasi WhatsApp. "Polda Metro Jaya dapat informasi yang bersangkutan masih di luar negeri dan tak bisa penuhi panggilan," ucapnya.

    Sedangkan kasus dugaan penghinaan Pancasila, saat ini sudah dilakukan penyerahan berkas tahap I. Setyo melihat semua ini tergantung pihak jaksa dalam melihat apakah berkasnya sudah lengkap atau belum, baru kemudian masuk persidangan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.