PBNU Siap Bantu Pemerintah Komunikasi dengan Anggota HTI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan moral kebangsaan dan catatan akhir tahun dengan tema anak ayam tak boleh kehilangan induknya, di Gedung PBNU, Jakarta, 24 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan moral kebangsaan dan catatan akhir tahun dengan tema anak ayam tak boleh kehilangan induknya, di Gedung PBNU, Jakarta, 24 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengatakan lembaganya siap membantu pemerintah untuk berkomunikasi dengan anggota organisasi massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Meski ormas itu akan dibubarkan, Said mengatakan anggotanya harus tetap dirangkul.

    "Orangnya ayo kita ajak kembali ke jalan yang benar. Ormasnya yang kita bubarkan," kata Said Aqil saat ditemui di Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Mei 2017.

    Baca: HTI Akan Dibubarkan, Fahri Hamzah: Pemerintah Kekanak-kanakan

    Said mengatakan anggota Hizbut Tahrir harus mendapatkan pendekatan untuk mendapat pencerahan. PBNU siap menurunkan anggotanya untuk hal ini. Adapun pencerahan itu, kata dia, bisa berupa diskusi ataupun pendidikan kewarganegaraan dari pandangan islam.

    Said menegaskan sistem khilafah yang ingin ditegakkan oleh HTI di Indonesia tidak benar. Sistem kekhilafahan bahkan tidak diharuskan dalam ajaran Al Quran.

    Masalah sistem perpolitikan itu menurut ahlul sunnah wal jamaah itu diserahkan kepada kita semua, tidak ada dasar Al Quran harus khilafah, harus negara, harus kerajaan harus republik. "Yang ada hanya bagaimana berkeadilan, tegaknya hukum, sejahtera," kata Said.

    Baca: Mengapa HTI Harus Dibubarkan, Wiranto Paparkan Detail Alasannya

    Ia pun membandingkan hal ini dengan kepemimpinan Muhammad SAW. Menurut Said, Muhammad tidak pernah mendirikan negara Islam. Ia mendirikan negara Madinah, yang berasal dari kata madani atau tamaddun.

    "Platform-nya adalah bagaimana masyarakat sejahtera, cerdas, bermoral, beragama,dan maju ekonomi serta teknologinya," kata dia.

    Said pun mendukung rencana pemerintah untuk membubarkan HTI. Ia menilai jika dibiarkan terus membesar, HTI bisa memunculkan perpecahan di Indonesia.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.