Polda Riau Periksa 12 Saksi Terkait Pungli di Rutan Pekanbaru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tahanan melihat penjagaan personel Brimob Polda Riau dari jendela Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk, di Kota Pekanbaru, 6 Mei 2017. Penjagaan Rutan terus diperketat karena masih ada tahanan kabur yang belum diringkus. ANTARA/FB Anggoro

    Seorang tahanan melihat penjagaan personel Brimob Polda Riau dari jendela Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk, di Kota Pekanbaru, 6 Mei 2017. Penjagaan Rutan terus diperketat karena masih ada tahanan kabur yang belum diringkus. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau mulai menyelidiki dugaan pemerasan yang dilakukan pegawai Rumah Tahanan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, terhadap para narapidana. Polisi mendalami unsur pidana pungutan liar itu menyusul adanya permintaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly untuk diselidiki.

    "Sudah 12 orang kami periksa terkait dengan dugaan pungutan liar," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Senin, 8 Mei 2017.

    Baca juga: Menteri Yasonna Sebut 448 Napi Kabur di Pekanbaru, 179 Belum Kembali

    Guntur mengatakan 12 orang yang diperiksa berasal dari narapidana, keluarga napi, dan petugas rutan. Mereka dimintai keterangan terkait dengan dugaan pungli di Rutan Sialang Bungkuk oleh petugas.

    Praktik pungli di rutan itu disebut sebagai pemicu kerusuhan lantaran para narapidana diperlakukan secara tidak manusiawi oleh petugas. Napi yang telanjur marah kemudian bersama-sama mendorong pintu hingga roboh. Sebanyak 448 tahanan pun melarikan diri.

    Sebelumnya, Menteri Yasonna Laoly mengakui adanya praktek pungli setelah mendapatkan laporan dari para napi. Ia berjanji akan memberikan tindakan tegas kepada pejabat dan staf rutan yang terlibat pemerasan. Ia meminta Kepolisian Daerah Riau melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana pungutan liar di dalam rutan.

    "Saya minta polisi menindak secara pidana, kasih pelajaran, penjarakan siapa saja yang terlibat," ujarnya.

    Ratusan tahanan kabur dari Rutan Kelas II B Pekanbaru di Jalan Sialang Bungkuk Nomor 2, Tenayan Raya, Pekanbaru, dengan cara mendobrak salah satu pintu hingga terbuka. Para napi mengamuk diduga karena kecewa lantaran marak terjadi praktek pungli di rutan. Para napi mengaku kerap dipersulit dalam pengurusan cuti bersyarat. Belum lagi suasana rutan tidak kondusif lantaran melebihi kapasitas. Rutan yang seharusnya diisi 369 orang justru dihuni lebih dari 1.800 tahanan. Belakangan, 293 napi yang kabur telah ditangkap, sementara 155 tahanan lain masih buron.

    RIYAN NOFITRA

    Video Terkait:
    Pungli di Lapas Riau, Polisi Sudah Kantongi Bukti Pungli Oknum Lapas





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Bebas Visa bagi Indonesia di Brasil dan Empat Negara

    Sejumlah negara baru saja mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi para pemegang paspor Indonesia, bukti bahwa paspor Indonesia semakin kuat di dunia.