Rakernas Partai Demokrat, SBY dan AHY Bikin Petisi Anti-Hoax  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 14 Februari 2017. Dalam keterangannya SBY membantah ia terlibat dalam kasus Antasari Azhar. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 14 Februari 2017. Dalam keterangannya SBY membantah ia terlibat dalam kasus Antasari Azhar. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Mataram – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan rapat kerja nasional (rakernas) partainya diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 7-9 Mei 2017. Topik rakernas menyuarakan gerakan antiberita palsu dan fitnah, yang juga dikenal dengan hoax.

    "Kami ingin nyumbang pikiran menjaga demokrasi tentang kebebasan pers yang profesional adil dan bertanggung jawab," kata Hinca Panjaitan di Mataram, Sabtu, 6 Mei 2017.

    Baca juga:
    Partai Demokrat Gelar Acara Keliling Nusantara

    Hinca mengatakan seruan antiberita palsu dan fitnah sebagai partisipasi Partai Demokrat pada peringatan Hari Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei. "Peringatan Hari Pers Sedunia sudah dilaksanakan di Jakarta, dan kini melalui NTB, Partai Demokrat ingin menggetarkan dunia mengajak masyarakat anti-hoax dan fitnah," katanya menjelaskan.

    Dalam seruan antiberita palsu dan fitnah ini, masyarakat diajak membuat petisi melalui aksi membubuhkan tanda tangan di atas kain putih yang dibentangkan sepanjang 40 meter dan lebar 6 meter di Jalan Udayana, Mataram.

    Baca juga:
    Pengamat Politik: Bisa Jadi SBY Pakai Jurus Pilpres 2014

    "Nanti tanda tangan petisi ini akan dilakukan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudoyono, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, dan juga Agus Harimurti Yudoyono (AHY)," kata Hinca.

    Tanda tangan ini, menurut Hinca, akan memecahkan rekor MURI yang pernah terjadi di Indonesia dengan 3.000 tanda tangan. "Kami, Partai Demokrat, akan tembus 6.000, di Helsinki 1.600 tanda tangan. Kami harap NTB terangkat dalam perspektif demokrasi dengan kegiatan ini," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.