Cak Budi Serahkan Uang Hasil Penjualan Fortuner dan Donasi ke ACT  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cak Budi. Kitabisa.com

    Cak Budi. Kitabisa.com

    TEMPO.COJakarta - Pegiat sosial sekaligus aktivis media sosial, Budi Utomo, atau yang dikenal dengan Cak Budi, 42 tahun, mengklarifikasi tuduhan penyalahgunaan dana sosial yang digalang melalui kitabisa.com. Dia dituduh menyelewengkan dana untuk membeli mobil Toyota Fortuner dan gawai iPhone 7.

    "Saya kaget dapat berita itu. Mobil digunakan dan telepon digunakan untuk kegiatan sosial," ujar Budi, Selasa, 2 Mei 2017. Dia memastikan dana yang dikumpulkan digunakan sepenuhnya untuk membantu orang lain, seperti video dan foto yang diunggah di akun Instragram-nya.

    "Benar-benar disalurkan ke target. Orang yang membutuhkan," ujarnya. Dia membeli mobil Toyota Fortuner dari dana bantuan itu karena bisa mengangkut banyak orang dan bisa menapaki medan berat seperti daerah pegunungan. Dia bersama para relawan juga bisa bergerak cepat.

    Baca: Begini Kisah Awal Cak Budi Galang Dana dengan Kitabisa.com

    Mobil Fortuner tersebut dibeli karena jangkauan orang yang dibantu jauh dan perlu bergerak cepat. Mobil itu, kata Budi, hanya digunakan untuk menyalurkan bantuan dan tak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi. Dia menggunakan Toyota Kijang Innova miliknya sendiri untuk kegiatan keluarga.

    Kini mobil yang dibeli pada Desember 2016 seharga Rp 500 jutaan telah dijual. Uang hasil penjualan disalurkan melalui aksi cepat tanggap (ACT). Termasuk semua dana yang terkumpul di rekening kitabisa.com sebanyak Rp 800 jutaan. Sedangkan donasi melalui rekeningnya sebesar Rp 560 juta juga disalurkan ke ACT.

    "Sekarang rekening saya nol," katanya. Adapun iPhone, kata dia, bukan untuk kemewahan. Dia membutuhkan memori besar untuk menyimpan video aktivitas sosialnya. Sedangkan telepon selulernya terbatas.

    "Tukar tambah dengan HP lama saya," ujarnya. Dia mengakui selama ini tak pernah melaporkan dana yang dihasilkan, termasuk penggunanya. Laporan itu, kata Budi, cukup dengan menampilkan apa yang telah dilakukan.

    "Saya akui salah. Ini pelajaran bagi saya," ujarnya. Budi mengaku tetap akan melakukan kegiatan sosial menyantuni orang tua miskin. Dana bakal menggunakan uang pribadinya.

    Baca: Kontroversi Penyaluran Donasi, Cak Budi Jual Aset Operasional

    Dia akan menggunakan seluruh penghasilannya dari usaha ekspedisi yang dilakoni sejak 20 tahun lalu. Dia memiliki dua truk yang digunakan untuk distribusi sayur-mayur. Dia juga menunjukkan mobil Toyota Kijang Innova yang digunakan selama ini. Mobil tersebut dapat mengangkut 10 paket sembako.

    "Hari ini rencananya akan mengirimkan bantuan lagi," katanya. Sulityono, teman semasa kecil Budi, mengakui jika sejak remaja Budi terkenal dermawan dan sering berbagi dengan orang tua. Bahkan dia kadang tak membawa uang ke rumah.

    "Cak Budi sering membantu kaum duafa sejak dulu," ujar Sulityono. Dia menilai orang yang merisak Budi di media sosial tak mengenal sosok Budi sesungguhnya. Sikap Budi, kata dia, ditunjukkan sejak lama.

    "Ada orang yang menudingnya mengorupsi dana bantuan. Masak beramal meminta laporan," katanya. Menurut dia, tidak mungkin melaporkan semua dana yang terkumpul lantaran bantuan diberikan secara spontan. 

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.