KPK Periksa 4 Saksi untuk Miryam S. Haryani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani (tengah) tersenyum setibanya di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, 1 Mei 2017. Tersangka pemberian keterangan palsu dalam sidang dugaan korupsi KTP elektronik, Miryam S Haryani yang menjadi buronan KPK ditangkap tim dari Polda Metro Jaya saat berada di Hotel Grand Kemang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani (tengah) tersenyum setibanya di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, 1 Mei 2017. Tersangka pemberian keterangan palsu dalam sidang dugaan korupsi KTP elektronik, Miryam S Haryani yang menjadi buronan KPK ditangkap tim dari Polda Metro Jaya saat berada di Hotel Grand Kemang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi untuk Miryam S. Haryani, tersangka pemberi keterangan palsu, dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, hari ini, Selasa, 2 Mei 2017.

    Keempat saksi itu, yakni Susan, Syarofah, Paulus, dan Iwan. "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSH (Miryam S. Haryani)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, 2 Mei 2017.

    Baca: Miryam S. Haryani Akhirnya Ditahan KPK Setelah Lima Hari Buron

    Miryam ditetapkan sebagai tersangka setelah ia mencabut seluruh berita pemeriksaannya saat bersaksi dalam sidang e-KTP bagi terdakwa Irman dan Sugiharto. BAP yang ia cabut itu tercantum nama-nama penerima aliran dana korupsi e-KTP beserta nominalnya.

    Di persidangan, anggota DPR periode 2009-2014 itu mengatakan telah ditekan sehingga memberi keterangan tidak benar. Ia bahkan menuduh penyidik KPK telah mengancamnya.

    KPK menduga Miryam telah berbohong. Sebab, saat diputarkan rekaman pemeriksaan, politikus Hanura itu sama sekali tidak terlihat tertekan.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka pemberi keterangan palsu, Miryam beberapa kali dipanggil penyidik untuk diperiksa. Namun ia tak pernah datang dengan berbagai alasan.

    Baca: Kapolda Metro Jaya Ungkap Kronologi Penangkapan Miryam S. Haryani

    KPK lalu menetapkan Miryam sebagai buron karena diduga melarikan diri. Polisi menangkapnya di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin dinihari, 1 Mei 2017. Kini, Miryam berstatus tahanan KPK. Ia mendekam di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Video Terkait:



  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.