Korban Banjir Magelang Dibawa ke RSU Tidar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Magelang - Sebanyak tiga korban luka akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Nipis Desa Sambungrejo Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dirawat di RSU Tidar, Kota Magelang. "Termasuk bidan desa, Aryanti. Sedangkan satu korban lagi dirawat di Puskesmas Rawat Inap Grabag I," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Hendarto, Sabtu, 29 April 2017.

    Dinas Kesahatan telah menurunkan tim gerak cepat ke lokasi bencana. Sebanyak dua ambulans disiagakan di lokasi sedangkan satu lainnya di Puskesmas Rawat Inap Grabag I. "Personel kami masih tetap stand by," ujarnya.

    Baca: Banjir Bandang di Magelang, 5 Orang Meninggal

    Aliran Sungai Ndaru anakan yang menuju Sungai Ndaru di Desa Citrosono dan bermuara di Kali Elo, yang melewati Dusun Nepis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, meluap dan membawa berbagai material longsor menerjang dusun setempat. Sebanyak lima korban meninggal dalam musibah itu, yakni Sutar (50), Sumisah (60), Mirah (30), balita anak dari Aryanti, dan Slamet (60). "Jenazah korban juga ditangani di Puskesmas Grabag," kata Hendarto.

    Sebanyak tiga korban luka yang dirawat di RSU Tidar Kota Magelang, yakni Nanda (13), Marlan (30), dan Aryanti (30).

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan timnya hingga malam hari masih melakukan evakuasi terhadap korban. Pencarian terhadap korban juga masih dilakukan Tim SAR yang selain dari Kabupaten Magelang juga berasal dari beberapa daerah sekitar Magelang.

    Pencarian korban dihentikan sementara semalam sekitar pukul 22.00 WIB. Sebab kondisi di lokasi sangat gelap dan tidak mungkin melanjutkan pencarian. "Petugas relawan juga perlu istirahat," katanya.

    Korban yang masih dalam pencarian, antara lain suami dan anak sulung Aryanti, masing-masing Denu Catur dan Fazia, Mardiyah, dan Bu Pur (pembantu Aryanti).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.