Alasan Fraksi Partai Golkar Tak Ingin Yorrys Raweyai Dipecat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita berharap partainya tak memecat Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP Golkar Yorrys Raweyai. Menurut dia, Yorrys telah banyak berjasa bagi partai berlambang pohon beringin itu.

    "Saya tidak mau berandai-andai. Saya berharap Bang Yorrys tidak dipecat," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 April 2017.

    Baca: Wacanakan Ketum Golkar Dicopot, Yorrys Terancam Sanksi Partai

    Sebelumnya, Yorrys berujar Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto hampir pasti menjadi tersangka dugaan kasus korupsi proyek e-KTP. Akibat ucapan tersebut, muncul desakan dari Ketua Bappilu Golkar Wilayah Timur Azis Samual dan Ketua Harian Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), Erwin Ricardo Silalahi, agar DPP memecat Yorrys.

    Menurut Agus, wajar bila ada pertanyaan dari daerah terkait dengan pernyataan Yorrys. Namun, menurut dia, bukan berarti Yorrys harus dipecat. "Namun kita cari jalan keluar yang baik. Bang Yorrys itu juga merupakan aset Partai Golkar," ucapnya.

    Menurut dia, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan hati dingin. Yorrys pun telah dipanggil DPP dan berbicara langsung dengan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. "Saya kira Bang Yorrys juga seorang figur dan tokoh, logis dan rasional, serta bisa mendengar," tuturnya.

    Baca: Tepis Munaslub, Idrus Marham: Golkar Solid Dukung Setya Novanto

    Agus menjelaskan, untuk memecat seseorang dari partai, ada mekanisme yang berlaku. Mekanisme ini, kata dia, sangat panjang. "Untuk apa kita menghabiskan energi hanya untuk membahas dan memikirkan bagaimana memecahkan itu. Lebih baik, energi kita ini untuk tempat lain yang lebih strategis," ujarnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.