Divonis 9 Tahun Penjara, Andi Taufan Tiro: Sangat Tidak Adil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Taufan Tiro Mantan Anggota DPR RI Komisi V saat menjali sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Andi Taufan Tiro Mantan Anggota DPR RI Komisi V saat menjali sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR Andi Taufan Tiro tak terima dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Politikus Partai Amanat Nasional itu dihukum sembilan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

    "Saya berharap majelis hakim memperhatikan fakta persidangan. Tapi ternyata majelis hakim juga ikut konstruksi yang dibuat JPU (jaksa penuntut umum)," kata Andi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 26 April 2017.

    Baca: Suap PUPR, Andi Taufan Politikus PAN Divonis 9 Tahun Penjara

    Andi menganggap vonis hakim kepadanya tidak adil. Ia pun akan memikirkan langkah hukum selanjutnya. "Tentu saya akan pikirkan langkah hukum saya. Menurut saya sangat tidak adil," ujar dia.

    Menurut Andi, konstruksi hukum yang disusun jaksa penuntut umum tidak memperhatikan fakta persidangan. Misal, kata dia, soal pasal pidana melakukan korupsi bersama-sama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Amran HI Mustary.

    "Amran Mustary cuma satu kali ke ruangan saya. Kenapa dalam dakwaan JPU seakan-akan ada pertemuan dua kali dan banyak hal lain," kata Andi.

    Andi juga protes pernyataan hakim bahwa ia terbukti menerima uang Rp 7,4 miliar. Menurut dia, nilai itu dicomot dari yurisprudensi hukum sebelumnya. "Ngarang itu, enggak benar. Yang saya katakan adalah fakta persidangan tidak ada yang diambil sedikit pun," katanya.

    Baca: Hakim Cabut Hak Politik, Andi Taufan: Hidup Bukan untuk Politik

    Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan Andi terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp 7,4 miliar dari pengusaha terkait dengan pembangunan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Uang itu diberikan kepada Andi agar ia menyalurkan program aspirasinya dalam bentuk proyek pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Maluku dan Maluku Utara di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Dalam kasus yang sama, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sudah lebih dulu memvonis anggota DPR Damayanti Wisnu Putranti serta dua asistennya, Desy Ariyati Edwin dan Julia Prasetyarini, Budi Supriyanto, Amran HI Mustary, Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Video Terkait:




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.