Pilgub Jabar, Gerindra Ogah Dukung Ridwan Kamil Sebab Beda Tujuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil, berkampanye di hadapan simpatisan pasangan calon Prabowo-Hatta di Lapang Tegalega, Bandung, Jawa Barat, 4 Juli 2014. Kampanye ini dimeriahkan oleh musisi senior. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil, berkampanye di hadapan simpatisan pasangan calon Prabowo-Hatta di Lapang Tegalega, Bandung, Jawa Barat, 4 Juli 2014. Kampanye ini dimeriahkan oleh musisi senior. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, kecil kemungkinan partainya akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Pasalnya, Ridwan sudah didukung oleh Partai NasDem yang memberikan syarat harus mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.

    "Ya kalau benar apa yang jadi pemberitaan sudah ada teken kontrak untuk (dukung) Pak Jokowi di 2019, ya tentu agak berbeda kepentingan dengan kami," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 25 April 2017.

    Fadli menjelaskan, bila Ridwan Kamil benar akan mendukung Presiden Joko Widodo dalam pilpres 2019, maka sulit bagi Gerindra untuk mencalonkannya dalam pilgub Jawa Barat. Alasannya, Gerindra dalam pilpres 2019 akan kembali mengusung Prabowo Subianto.

    Baca: Pilkada Jawa Barat, Giliran Ridwan Kamil Diserang Isu Agama

    "Jadi sejak awal saja sudah pasti tidak bertemu. Kalau pak Ridwan Kamil sudah tidak ketemu karena kami punya kepentingan berbeda," ucapnya.

    Meski kecil kemungkinan akan mendukung Emil, Gerindra tetap menghormati andai Emil benar-benar mendukung pencalonan Presiden Jokowi. "Silakan itu hak, dan kami (tetap) akan dukung Prabowo," tuturnya.

    Emil dan Gerindra pernah bekerja sama 2013 lalu. Saat itu, Emil diusung oleh Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera dalam pemilihan wali kota Bandung dan berhasil memenangkan kompetisi itu. Dalam Pilpres 2014, Ridwan menjadi pendukung Prabowo.

    Baca: Pilgub Jabar: Setelah Nasdem, Ridwan Berharap Dukungan Hanura

    Andai tak akan mendukung Emil, saat ini Fadli mengklaim sudah ada beberapa nama dalam bidikan Gerindra. Tahapan menyambut Pilkada serentak 2018 akan dilakukan Gerindra setelah Pilgub DKI putaran kedua ini benar-benar tuntas.

    "Baru kami akan bahas, memulai penjajakan dan mempertimbangkan survei-survei yang ada terhadap calon. Di samping itu, juga loyalitas dan track record terhadap kepentingan bangsa, rakyat, nasional," ujarnya.

    Fadli menuturkan koalisi antara Gerindra dan PKS bisa saja kembali terjadi seperti saat pilwakot Bandung 2013 atau pilgub DKI 2018. "Sangat bisa, dan dengan partai lain juga sangat mungkin tergantung calon yang akan diusung," kata dia.

    AHMAD FAIZ

    Baca: Pilgub 2018 Ridwan Kamil Siap Gandeng Bupati Tasikmalaya, Asal...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.