Dalam Pledoi Ahok Ibaratkan Dirinya Ikan Nemo, Hakim Menegur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terdakwa kasus dugaan penistaan agama,  menjalani sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 14 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terdakwa kasus dugaan penistaan agama, menjalani sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 14 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengibaratkan dirinya sebagai ikan kecil Nemo yang berenang di Jakarta. Ungkapan ini ia ucapkan saat membacakan pledoi dalam sidang penistaan agama yang menyeretnya.

    Pada pledoi yang berjudul Tetap Melayani Walaupun Difitnah itu, Ahok menceritakan pengalamannya dalam melayani masyarakat meski kerap difitnah. Pengalaman yang ia ceritakan adalah tentang pertanyaan seorang anak TK kepadanya.

    Baca juga:
    Dalam Sidang Ahok Bacakan Pledoi: Tetap Melayani Walau Difitnah

    "Bicara melayani orang lain, saya ketika ada anak-anak TK yang menemui saya di Balai Kota, saat itu ada anak TK bertanya, saya ingin tanya sama bapak kenapa bapak melawan semua orang, melawan arus. Ribut sama semua orang," ujar Ahok di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di Kementerian Pertanian, Selasa, 25 April 2017.

    Ahok mengaku bingung menjawab pertanyaan anak TK itu. Sebab yang bertanya adalah anak TK. "Saya waktu itu bingung menjawab anak TK untuk pertanyaan begitu," katanya.

    Baca pula:

    Sidang Ahok, Pengacara: Ahok Akan Bacakan Pledoi Sendiri 10 Menit

    Hakim Dwiarso Budi Santiarto menegur Ahok karena menganggap bahwa cerita itu adalah di luar nota pembelaan yang sudah disusun. "Saudara terdakwa, Saudara jangan keluar dari apa yang Saudara baca. Karena yang Anda baca itu ditulis di situ," ujarnya.

    Tapi Ahok melanjutkan ceritanya. "Kemudian saya mengajak mereka ke Balai Kota untuk menonton cuplikan film Finding Nemo," ujarnya.

    Ahok menjelaskan dalam film itu, ia ingin menunjukkan pesan moral kepada anak-anak mengenai cuplikan adegan Nemo yang masuk ke dalam jaring nelayan untuk menyelamatkan ikan lainnya. Pada adegan itu, Nemo ingin mengajak ikan-ikan lain untuk berenang ke bawah agar jaring tidak terangkat.

    Silakan baca:

    Sidang Ahok, Pledoi Setebal 634 Halaman Dibacakan

    Namun tak semua ikan mau menuruti ajakan Nemo untuk berenang ke bawah. Ahok mengibaratkan bahwa umumnya masyarakat sama persis seperti ikan yang mudah mengikuti arus. "Yang benar harus berenang ke bawah tapi semua ikan ikut jaring ke atas kalau dibiarkan ikut ke atas, ikan-ikan ini akan mati atau tidak?" katanya.

    Ahok lalu menyebut dirinya seperti ikan Nemo kecil. Meski tahu ada risiko 'mati' ketika is berusaha menyelamatkan, ia tetap berusaha. Walaupun tak ada yang berterima kasih kepadanya setelah berhasil, ia tidak kecewa.

    "Jadi inilah yang harus kita lakukan. Sekali pun kita melawan arus semua, melawan semua orang berbeda arah kita harus tetap teguh, semua tidak jujur enggak apa-apa. Asal kita sendiri jujur," kata Ahok.

    Ahok mengatakan setelah menceritakan pesan moral itu kepada anak-anak TK, ia mendapat tepuk tangan. Tepuk tangan itu, kata dia, memberi ya penghiburan dan kekuatan baru untuk terus berani melawan arus demi kebaikan meski dilupakan.

    "Tuhan mengetahui isi hati saya, saya hanya seekor ikan kecil Nemo di tengah Jakarta, yang akan terus menolong yang miskin dan membutuhkan, walaupun saya difitnah dan dicaci maki, dihujat karena perbedaan iman dan kepercayaan saya, saya akan tetap melayani dengan kasih," kata Ahok.

    Dalam perkara ini, Ahok dituntut hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 156 KUHP.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Video Terkait:




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.