Polisi Buru Penganiaya Satu Keluarga di Riau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Sektor Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, memburu pembunuh seorang perempuan yang baru saja melahirkan sekaligus penganiaya suami korban hingga kritis.

    "Alat yang diduga digunakan pelaku tidak ditemukan. Pelaku sedang dicari pihak berwajib Polsek Kabun," kata Kepala Kepolisian Resor Rokan Hulu Ajun Komisaris Besar Yusup Rahmanto melalui pesan elektronik di Pekanbaru, Senin, 24 April 2017.

    Baca: Satu Keluarga Dianiaya di Riau, Ibu yang Baru Melahirkan Tewas

    Sepasang suami-istri yang merupakan warga Simpang Kokar, Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, dianiaya secara sadis pada Minggu siang kemarin. Si istri yang baru beberapa hari melahirkan tersebut, Pelistia Kiawa, 23 tahun, ditemukan tewas dengan luka bacok di sekujur tubuhnya. Di antaranya pada bagian punggung kiri, telapak tangan kiri, dagu, paha kiri, siku kiri, dan pantat kiri.

    Sedangkan suaminya, Aliani Telopanua, 27 tahun, kini dalam masa kritis karena mengalami luka tusuk di bagian dada. Ada tiga luka tusuk di bagian dada dan tembus ke paru-paru. Kedua korban pertama kali ditemukan kerabatnya, Yuliasa Giawa, dan istrinya yang saat itu baru saja kembali beribadah dari gereja.

    Simak juga: 3 Pendaki Gunung Prau Tewas Tersambar Petir

    "Kedua korban ketika itu menginap sementara di rumah kerabatnya karena baru saja melahirkan," tutur Yusup.

    Mulanya, Yuliasa merasa curiga dengan keadaan rumahnya yang tampak sepi dan pintunya tertutup. Yuliasa pun memeriksa keadaan rumahnya dan kaget saat menemukan keduanya tergeletak bersimbah darah di dapur.

    Melihat hal tersebut, Yuliasa segera mencari bantuan dan melapor ke polisi. Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian.

    Baca: Amerika Segera Evakuasi 230 Ribu Warganya dari Korea Selatan

    "Korban tewas kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna diautopsi. Untuk saat ini, kami masih melakukan penyelidikan di lapangan," katanya.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.