Jumat, 23 Februari 2018

Yenny Wahid: Pilkada Jakarta Bukan Kemenangan Kelompok Radikal

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 20 April 2017 20:07 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yenny Wahid: Pilkada Jakarta Bukan Kemenangan Kelompok Radikal

    Ketua Umum PKBIB Yenny Zannuba Wahid. ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur The Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan pemilihan kepala daerah atau pilkada Jakarta tidak dimenangkan oleh kelompok radikal. Pernyataan Yenny itu disampaikan langsung kepada Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence saat berdialog dengan tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal.

    Yenny merasa harus menjelaskan ke Wapres Amerika Pence mengenai pilkada Jakarta tersebut. Sebab, ia menilai, pemberitaan media asing terhadap pilkada Jakarta seolah-olah terjadi kekalahan di tubuh (kelompok) moderat dan yang menang ialah kubu radikal. "Itu tidak betul," kata Yenny di Jakarta, Kamis, 20 April 2017.

    Baca juga:
    Yenny Wahid Ajak Gunakan Pilkada sebagai Silaturahmi

    Putri dari Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan bahwa di pihak pasangan pemenang pilkada, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, terdapat juga kelompok Nasrani. "Pendukung Anies banyak Kristen taat," ujar Yenny.

    Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, unggul dari Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Dari hasil survei rata-rata Anies-Sandiaga unggul 57 persen sedangkan Ahok-Djarot 43 persen.

    Baca pula:
    Yenny Wahid: 11 Juta Warga Siap Lakukan Tindakan Radikal

    Seperti diberitakan, Wakil Presiden Amerika Michael Pence tengah berkunjung ke Indonesia. Di hari pertama ia menggelar pertemuan bilateral bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah bertemu dengan Wapres Kalla, Pence menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh agama di Masjid Istiqlal.

    Sejumlah tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan dengan Wapres Pence ialah Pendeta Henriette Lebang dari Persekutuan Gereja Indonesia, Ignatius Suharyo dari Konferensi Waligereja Indonesia, dan K.S. Arsana dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia. Lalu ada Yenny Wahid dan Din Syamsuddin.

    ADITYA BUDIMA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.