Polisi Ingin Secepatnya Temukan Penyerang Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia terus mendalami kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan dengan menyiramkan air keras ke wajahnya. Akibat penyerangan itu, Novel harus menjalani perawatan di klinik mata di Singapura untuk penyembuhan matanya yang terkena air keras.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Rikwanto menuturkan, pihaknya masih mendalami bukti dan keterangan saksi. "Menemukan paling tidak motornya apa, siapa yang punya, kemudian kapan dipinjamkan atau dimilikinya, dan lainnya. Itu dari segi barang bukti," kata Rikwanto di Markas Besar Polri, Selasa, 18 April 2017.

    Baca: Sudah 8 Hari Dirawat, Mata Novel Baswedan Masih Berkabut

    Dari segi saksi, Rikwanto melanjutkan, polisi akan mendalami beberapa kecurigaan dan kesaksian yang telah didapatkannya. Ia berharap akan ada tambahan saksi untuk memperjelas pengusutan kasus Novel Baswedan ini. "Kita harapkan muncul lagi saksi-saksi yang dapat menunjukkan situasi dan kondisi yang terjadi pada waktu itu," kata dia.

    Polisi telah memeriksa belasan saksi dan melakukan beberapa kali olah tempat kejadian perkara. Namun hal itu belum cukup bagi polisi untuk dapat mengungkap pelaku di balik penyerangan terhadap Novel.

    "Mengungkap pelaku itu kan dari bukti dan saksi yang ada, dari situ baru bisa disimpulkan. Jadi bukan berdasarkan asumsi-asumsi, nanti orangnya salah," ujar Rikwanto.

    Baca: Polisi Periksa 19 Saksi Novel Baswedan Diserang, Ada Sidik Jari?  

    Polisi, kata Rikwanto, tidak memasang target kapan pelaku dapat diungkap. "Secepatnya kalau bisa kami temukan siapa pelakunya," ujarnya.

    Novel diserang seseorang pengendara sepeda motor menggunakan air keras ketika ia berjalan pulang setelah menunaikan Salat Subuh di masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading pada Selasa, 11 April 2017. Akibat serangan itu, matanya terluka.

    Sebelum berobat di Singapura, Novel sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Jakarta Eye Center, Menteng Jakarta Pusat.

    CAESAR AKBAR | RW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa