Peras Warga Cina, 4 Pejabat Kantor Imigrasi Cilacap Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Kebumen – Tim Satuan Pemberantasan Pungutan Liar Kabupaten Kebumen melakukan operasi tangkap tangan terhadap empat pegawai Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap. Mereka diduga melakukan pungli terhadap warga negara Cina.

    Operasi tangkap tangan itu dilakukan pada Rabu, 12 April 2017 lalu pukul 21.30 WIB, di Restoran Candisari, Karanganyar, Kebumen oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Kebumen Komisaris Umi Maryati selaku Ketua Tim Saber Pungli.

    Kapolres Kebumen Ajun Komisaris Besar  Titi Hastuti mengatakan saat penangkapan, Tim Saber Pungli Kebumen mengamankan 6 orang yang empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

    Baca: Usai Acara KPK, Kadis Pertambangan Sumut Dicokok Saber Pungli

    Keempat tersangka tersebut adalah AF, 36 tahun, Kepala Seksi Penindakan dan Pengawasan Kantor Imigrasi Cilacap; HRE (36), Staf Seksi Penindakan dan Pengawasan; RDG (36), Kepala Sub Seksi Penindakan; dan MW (35 ), Staf Sub Seksi Penindakan. “Dua orang lainnya tidak memenuhi unsur karena dari Yogyakarta menumpang perjalanan menuju ke Purwokerto,” katanya, Senin, 17 April 2017.

    Modus pungutan liar pelaku, menurut Titi, adalah penyalagunaan wewenang. Sebelumnya pelaku memeriksa YML, warga negara Cina yang sedang melakukan aktivitas perdagangan jenitri di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen pada pukul 18.00 WIB, 12 April 2017.

    Simak: Pungli Legalisir IMB, Dua Pegawai Negeri di Bangkalan Ditangkap

    Paspor  YML bernomor: E 371XXXXX  diperiksa oleh pelaku. Hasil pemeriksaan pelaku, YML disebut telah  menyalahgunakan izin tinggal. “Pelaku melakukan pemerasan setelah melakukan pemeriksaan terkait imigrasi orang asing dan aktivitasnya di Kebumen,” ujarnya.

    Tim Saber Pungli menyita  uang tunai  Rp 20 juta  dari YML, tas selempang merah bertuliskan Gravical  yang digunakan untuk menampung uang hasil pemerasan, dua buah telepon genggam  merek Samsung dan Xiaomi, dan mobil Honda warna hitam bernomor polisi R-9504-AK milik Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap.

    Lihat: Pungli Kendaraan, Pejabat Dinas Perhubungan Pelalawan Ditangkap

    Di dalam mobil tersebut, polisi menemukan sebuah paspor bernomor: E 371XXXXX milik saksi YML yang diterbitkan oleh Pemerintah Cina dan berlaku sampai 15 Oktober 2024. Selain itu juga terdapat dua pelat nomor mobil dengan warna dasar hitam bernomor polisi B-1683-ZKC serta uang tunai sebesar Rp 47,2 juta.

    Uang tersebut sampai sekarang masih  diselidiki oleh polisi. “Keempat tersangka dijerat  Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” katanya.

    BETHRIQ KINDY ARRAZY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.