Penyerangan kepada Novel Baswedan, Terorisme Terencana pada KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas bersama sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 11 April 2017. Aksi dukungan tersebut ditujukan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang tengah dalam perawatan akibat aksi teror penyiraman air keras. ANTARA/Reno Esnir

    Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas bersama sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 11 April 2017. Aksi dukungan tersebut ditujukan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang tengah dalam perawatan akibat aksi teror penyiraman air keras. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Novel Baswedan merupakan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengepalai satuan tugas kasus korupsi e-KTP yang menyebut beberapa nama besar dari politisi, pejabat pemerintahan, dan kepala daerah. Posisi Novel ini tidak dapat dilepaskan dari kasus kasus yang mengakibatkan penyerangan dan kriminalisasi dirinya rentang 2004 dan 2014. Begitu dinyatakan M Busyro Muqoddas, mantan Wakil Ketua KPK, dalam konferensi pers di KPK, Selasa, 11 April 2017.

    Baca juga:

    Novel Baswedan Disiram Air Keras, Busyro: Jokowi Turun Tangan
    Muhammadiyah Kecam Teror Terhadap Novel Baswedan: Ini Brutal  

    "Setiap serangan terhadap Novel harus diasumsikan sebagai obstruction of justice terhadap kasus-kasus yang sedang diselidiki oleh KPK," kata Nurkholis Hidayat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

    Koruptor-koruptor semakin nekat menyerang orang yang menghalangi mereka. "Ini adalah terorisme terhadap KPK," ujar Busyro Muqoddas. Ia berharap TNI dan Polri membentuk tim untuk penanganan kasus ini. Presiden harus benar benar serius jika ingin mengupas tuntas kasus ini.

    Novel Baswedan diserang subuh, Selasa, 11 April 2017, dengan menyiramkan air raksa ke wajah oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Sebelumnya pada tahun 2014 ia pernah ditabrak karena mengusut kasus korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM).

    BAYU PUTRA  I  S. DIAN ANDRYANTO

    Simak:
    Novel Baswedan Diserang, Busyro: Kapolri Harus Usut Tuntas
    Novel Baswedan Jadi Trending Topic, Netizen Sebut Terkait ...

    Video Terkait:
    Mantan Pimpinan KPK Desak Usut Kasus Penyiraman Air Keras Novel
    Penyidik Disiram Air Keras, KPK Janji Penegakan Korupsi Tetap Jalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.