Kamis, 21 Juni 2018

Perguruan Tinggi Negeri di Bandung Kompak Tak Naikkan Uang Kuliah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi biaya pendidikan. TEMPO/Subekti.

    Ilustrasi biaya pendidikan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bandung – Seluruh Rektor Perguruan Tinggi Negeri di Bandung kompak soal biaya kuliah. Mereka tidak akan menaikkan uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru 2017.

    Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi mengatakan UKT mahasiswa baru 2017 tetap sama seperti sebelumnya. ITB sejak 2013 menerapkan UKT maksimal Rp 10 juta per semester untuk semua program studi.

    Baca juga: Institut Seni dan Budaya Indonesia Ikut SBMPTN

    Khusus biaya pendidikan untuk Sekolah Bisnis dan Manajemen maksimal Rp 20 juta per semester. “UKT ITB tetap,” katanya saat jumpa pers Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di kampus ITB, Selasa, 11 April 2017.

    Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, serta Universitas Siliwangi Tasikmalaya, pun tidak berencana menaikkan uang kuliah tunggal.

    Rektor Unpad, Tri Hanggono Achmad, mengatakan rentang UKT per semester adalah Rp 500 ribu-13 juta. Rektor UPI Bandung, Furqon, menerapkan UKT mulai Rp 500 ribu hingga Rp 9 juta per semester.

    Adapun Rektor UIN Bandung Mahmud mengatakan UKT mulai Rp 400 ribu hingga Rp 3,2 juta. “UKT di ISBI juga tetap, yakni mulai Rp 500 ribu sampai Rp 4,5 juta,” kata Rektor Een Herdiani dalam acara yang sama.

    Sesuai dengan aturan, khusus bagi mahasiswa yang tidak mampu, perguruan tinggi negeri bisa mempertimbangkan keringanan biaya selain dari jalur Bidik Misi yang ditanggung pemerintah.

    ANWAR SISWADI



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet Penanggung Beban Paling Besar di Piala Dunia 2018

    Lembaga CIES Football Observatory membandingkan angka transfer pemain bola top dengan nilai tim negaranya di Piala Dunia 2018. Ini temuan mereka.