Muhammadiyah Kecam Teror Terhadap Novel Baswedan: Ini Brutal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan KPK dan juga sebagai calon Pimpinan KPK Busyro Muqoddas, di diskusi `Mengenal Sosok Capim KPK dan Gagasan Pemberantasan Korupsi Capim KPK` di Cikini, Menteng, Jakarta, 7 Oktober 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pimpinan KPK dan juga sebagai calon Pimpinan KPK Busyro Muqoddas, di diskusi `Mengenal Sosok Capim KPK dan Gagasan Pemberantasan Korupsi Capim KPK` di Cikini, Menteng, Jakarta, 7 Oktober 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Busyro Muqoddas, mantan Wakil Ketua KPK, saat ini tengah meluncur ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, tempat penyidik KPK Novel Baswedan dirawat setelah subuh tadi disiram air keras oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya di masjid dekat rumahnya.

    Selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyatakan sikap organisasinya. “Muhammadiyah mengecam keras pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang saat ini sedang memimpin satgas skandal korupsi politik e-KTP,” ujarnya kepada Tempo, Selasa pagi, 11 April 2017.

    Baca juga:
    Novel KPK Disiram Air Keras, Busyro Minta Jokowi Turun Tangan

    Busyro mengatakan, teror terhadap Novel Baswedan merupakan bukti, bahwa kekuatan-kekuatan kontra KPK saat ini semakin brutal dan riil melakukan teror. “Bukan saja terhadap Novel Baswedan, tapi seluruh jajaran KPK,” kata Busyro Muqoddas, geram.

    Menurut Busyro, ini bukan teror pertama yang dialami Novel. “Sudah berkali-kali Novel Baswedan ditabrak, dan sekarang disiram air keras,” kata Busyro. Tahun lalu, Novel ditabrak mobil ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan.

    Baca pula:

    BREAKING NEWS: Novel Baswedan Disiram Air Keras

    Novel juga dipidanakan atas meninggalnya tahanan, ketika ia menjadi penyidik di Bengkulu, yang telah terjadi pada 2004. Semua teror datang setelah Novel memimpin penyidikan berbagai kasus besar, di antaranya kasus korupsi simulator SIM di Kepolisian. Novel sekarang menyidik perkara megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP.

    S. DIAN ANDRYANTO

    Video Terkait:
    Usai Salat Subuh Penyidik KPK Novel Baswedan Disiram Air Keras


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.