Anjing Pelacak di Longsor Ponorogo: 1 Bisa Bertugas, 2 Kelelahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi satwa yang tergabung dalam tim SAR gabungan mencari korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, 6 April 2017. ada hari ke enam bencana longsor tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan bantuan lima polisi satwa  untuk mencari sekitar 25  korban yang masih tertimbun longsor. ANTARA/Zabur Karuru

    Polisi satwa yang tergabung dalam tim SAR gabungan mencari korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, 6 April 2017. ada hari ke enam bencana longsor tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan bantuan lima polisi satwa untuk mencari sekitar 25 korban yang masih tertimbun longsor. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Ponorogo - Satu dari tiga ekor anjing pelacak K-9 yang sakit ketika ditugaskan mencari 25 korban tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dinyatakan sembuh. Seekor satwa itu kembali bertugas bersama enam anjing pelacak lain di sektor A,B, C, dan D lokasi bencana.

    "Untuk yang dua ekor masih perlu istirahat karena kelelahan," kata Anggota Unit SAR K-9 Markas Besar Polri, Brigadir Kepala Suratno ditemui di Desa Banaran, Sabtu, 8 April 2017.

    Baca :

    Longsor Ponorogo, 3 Anjing Pelacak Diharapkan Bugar Setela Sempat Sakit

    Korban Longsor Ponorogo Segera Tempati Penampungan Sementara

    Petugas medis, ia melanjutkan, telah memberi tambahan vitamin seperti daging segar dan nutrisi lain. Setelah menjalani istirahat selama sehari, dua satwa itu diharapkan kembali bugar dan kembali bertugas, Ahad, 9 April 2017.

    "Mudah-mudahan semua bisa all out, besok," ujar Suratno kepada Tempo.

    Lima dari tujuh anjing pelacak k-9 yang diterjunkan lokasi longsor Banaran berasal dari Mabes Polri. Adapun dua lainnya didatangkan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur. Satwa itu membantu tim SAR gabungan dengan cara mengendus keberadaan jenazah di bawah timbunan material longsor dengan kedalaman antara 5 hingga 7 meter.

    “Pawang membuat lubang dulu di tanah dengan besi. Kalau ada bau mayat, anjing pelacak akan memberi tahu,’’ ujar kata Anggota Unit SAR K-9 Mabes Polri yang lain, Brigadir Kepala Asep Tarya.

    Simak juga : Haikal Hacker Bobol 4.600 Situs, Pengamat: Bukan Kenakalan, Tapi...

    Tanda umum yang ditunjukkan anjing pelacak adalah menggaruk tanah maupun menggonggong. Petunjuk itu dijadikan landasan tim SAR untuk melakukan penggalian lebih dalam pada lubang yang di bawahnya terindikasi terdapat mayat.

    “Tapi, di sini aneh. Beberapa kali anjing mencium bau mayat tapi setelah di buka tidak ada,’’ ungkap dia ditemui di lokasi pencarian korban tertimbun longsor.

    Dari pengalaman sebelumnya, Asep mengungkapkan, daya endus anjing pelacak nyaris tidak pernah luput. Hal ini diperkirakan akibat tebalnya material longsor yang mencapai 20 meter dengan panjang sekitar 2 kilometer. Sehingga, tim SAR membaginya menjadi sektor A,B, C, dan D yang dimaksudkan untuk mempermudah pencarian dan koordinasi.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga