Kasus E-KTP, KPK Periksa Elza Syarief  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Elza Syarief. Tempo/Tony Hartawan

    Pengacara Elza Syarief. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa pengacara Elza Syarief terkait dengan dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Elza dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini. "Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Agustinus alias Andi Narogong)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 April 2017.

    Febri menjelaskan, selain memeriksa Elza, KPK memanggil terdakwa korupsi e-KTP, Sugiharto, sebagai saksi untuk Andi.

    Baca: Sidang E-KTP, Jaksa: Ada Hal Tak Logis dari Kesaksian Miryam

    Nama Elza sempat disebut dalam sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto pada Kamis, 30 Maret 2017. Saat persidangan, jaksa mempertanyakan pertemuan Miryam S. Haryani, yang menjadi saksi, dengan Elza beberapa waktu sebelum persidangan korupsi e-KTP dimulai.

    Sebelumnya, dalam berkas dakwaan, Miryam diduga menerima dan menyalurkan duit dari proyek e-KTP senilai Rp 5,83 miliar ke Senayan. Ia juga diduga menampung duit Rp 7 miliar pada 2010-2012 dan dibagikan ke pimpinan ataupun anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat. Selain itu, ia disebut menerima duit US$ 23 ribu atau sekitar Rp 220 juta.

    Simak: Ngaku Diancam Penyidik KPK, Miryam Cabut BAP di Sidang E-KTP

    Semua itu, ucap Miryam dalam berkas dakwaan, ia lakukan atas perintah Ketua Komisi Pemerintahan Chairuman Harahap. Pengakuan Miryam itu menguatkan pernyataan bekas Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, bahwa semua anggota Komisi Pemerintahan DPR periode 2009-2014 menerima duit dari proyek e-KTP.

    Kuasa hukum terdakwa Irman dan Sugiharto, Soesilo Ariwibowo, menyatakan pencabutan keterangan Miryam merugikan kliennya. “Ini merugikan. Semua pemberian Sugiharto diingkari. Ini memberatkan klien saya,” tuturnya. Untuk mematahkan Miryam, Soesilo berjanji akan menghadirkan penerima dan pengantar duit ke Miryam dari Sugiharto.

    GRANDY AJI | TSE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.