Mekaki Marathon Diharapkan Dongkrak Jumlah Wisatawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Chicco Jerikho (tengah) bersama Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid (kanan) menyosialisasikan Mekaki Marathon 2017 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 2 April 2017. TEMPO/Aditya

    Artis Chicco Jerikho (tengah) bersama Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid (kanan) menyosialisasikan Mekaki Marathon 2017 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 2 April 2017. TEMPO/Aditya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Ispan Junaidi optimistis Mekaki Marathon 2017 bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Dalam acara sosialisasi Mekaki Marathon di Car Free Day, Jakarta, kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) cenderung meningkat.

    "Khusus Lombok Barat tahun lalu wisatawannya 500 ribu setahun," kata Ispan di Jakarta, Ahad, 2 April 2017. Tahun ini, ia menargetkan kedatangan wisatawan ke Lombok Barat sebanyak 600 ribu.

    Sedangkan di tingkat Provinsi NTB, ucapnya, pemerintah provinsi menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 3,5 juta orang di 2017-2018.

    Menurut Ispan, perbandingan wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke Lombok Barat berimbang. Wisatawan asing asal Malaysia disebut-sebut mendominasi dibandingkan negara lainnya. Kini, wisatawan asal Cina mulai tampak tertarik dengan Lombok.

    Ispan menjelaskan, Mekaki Marathon mempunyai nilai strategis. Selain berolahraga, nantinya para peserta akan melewati sejumlah titik objek wisata. Secara tidak langsung pelari juga akan merasakan makanan khas atau kuliner lokal. "Ini sport tourism," kata Ispan yang juga menjabat sebagai ketua panitia Mekaki Marathon.

    Mekaki Marathon, lanjut Ispan, merupakan salah satu acara yang diselenggarakan oleh Pemda dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Lombok Barat yang ke-59 tahun. "Ada 59 kegiatan. Puncaknya Mekaki Marathon," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.