Tak Diakui Istri Oleh Bupati Cirebon, Perempuan Ini Tertekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. (cirebonkab.go.id)

    Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. (cirebonkab.go.id)

    TEMPO.CO, Cirebon – Elly Indriyanti mengaku dalam kondisi tertekan. Ayah Ely, Juladi, 54 tahun, warga Blok Sigobang RT 05 RW 01 Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, menuturkan anaknya sedang stres. “Anak saya benar-benar syok, stres,” kata Juladi, Jumat, 31 Maret 2017.

    Menurut Juladi, Elly yang mengadukan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra ke polisi dalam kasus dugaan penipuan, tertekan dengan pernyataan-pernyataan  Sunjaya melalui media massa. Di media, Sunjaya membantah pernah menikahi Elly.

    Baca: Bupati Cirebon Dianggap Ingkar Janji, Istri Kedua Lapor Polisi

    Juladi berujar pada September 2014 dia dan anaknya mendatangi Sunjaya di pendapa Kabupaten Cirebon. Kedatangan Juladi untuk menagih janji Sunjaya yang akan mengangkat Elly sebagai pegawai negeri sipil bila dia memenangkan pemilihan bupati. Juladi dan Elly merupakan tim sukses Sunjaya saat pilkada 2013.

    Dalam pertemuan tersebut, ujar Juladi,  Sunjaya justru menawari Elly yang memang sudah bercerai dengan suaminya, untuk dinikahi secara siri. “Sudah, daripada bekerja, lebih baik nikah siri saja dengan saya,” ucap Juladi menirukan ucapan Sunjaya saat itu.

    Menurut Juladi khirnya pernikaha pun digelar di pendapa Kabupaten Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon. Pernikahan dilakukan pada hari Minggu bulan September 2014 jam 17.00 WIB di ruang tengah. Adapun yang menikahkan seorang kiai yang Juladi  enggan menyebutkan namanya. “uang maharnya Rp 5 juta plus uang saksi Rp 2 juta untuk istri saya,” kata Juladi.

    Simak: Bupati Yatengli Jatuh karena Selingkuh, DPRD Katingan Gelar Rapat

    Sekalipun menikah di pendapa, namun, kata Juladi, anaknya sangat jarang menginap di tempat tersebut. “Bahkan kalau datang, anak saya diperlakukan sebagai pembantu supaya tidak ketahuan istrinya (Sunjaya),” kata Juladi.

    Menurut Juladi, selama 4 bulan menikah, anaknya hanya beberapa kali diberi uang sebesar Rp 500 ribu. Itu pun, ujar dia, hanya untuk membayar cicilan motor. Uang yang dijanjikan Sunjaya sebesar Rp 10 juta setiap bulannya sebagai biaya hidup, tidak pernah direalisasikan.

    Januari 2015, Sunjaya menelpon Elly dan menceraikannya. Sejak saat itu tidak pernah lagi ada komunikasi antara Juladi dengan Sunjaya. Namun pada 22 Februari 2017, Juladi mengaku Sunjaya sempat datang ke rumahnya dan meminta agar dirinya mencabut surat kuasa yang diberikan kepada pengacara. Karena saat itu Juladi sudah mengkuasakan kasus anaknya kepada advokat.

    Lihat: Ada 5000 Kasus Perceraian di Depok, DPRD Tawarkan Solusi

    Ketika dikonfirmasi, Sunjaya menyangkal pernah menikahi Elly. “Apalagi jika dilakukan pada hari Minggu,” kata Sunjaya. Menurut Sunjaya, setiap Minggu ia tidak pernah menerima tamu lantaran khusus untuk hari keluarga. Selain itu, Sunjaya berdalih juga sering pulang ke rumahnya di Jakarta di hari Minggu. Namun Sunjaya mengakui bahwa dia mengenal Juladi maupun Elly. “Mereka berdua tim sukses saya dulu."

    Saat menjadi tim suksesnya, ucap Sunjaya, Elly  masih bersuami. Mengenai kedatangan Elly dan ayahnya ke pendapa untuk menagih janji diangkat sebagai pegawai negeri, Sunjaya berujar tak mungkin dia menolak kunjungan bekas tim suksesnya.

    Baca juga: Suami Membunuh Istri, Mayat Dikubur di Pekarangan Rumah

    Sunjaya mengatakan sudah menelpon Kapolres Cirebon Kota untuk menyelesaiakan masalah pengaduan Elly. Bila terbukti menipu Elly, Sunjaya siap  dipenjara. Namun jika tidak terbukti, Sunjaya akan menuntut balik Elly. Sunjaya menilai pengaduan Elly ke polisi sarat muatan politis. “Karena ini tahun politik, apalagi saya akan kembali mencalonkan diri sebagai bupati,” kata Sunjaya.

    Sebelumnya  pada 23 Maret 2017 Elly Indriyanti membuat laporan ke Polres Cirebon Kota. Dalam surat penerimaan laporan bernomor STPL/304/III/2017/JBR/Cirebon Kota tersebut Elly melaporkan Sunjaya  atas dugaan penipuan.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.