Kerja Sama Indonesia dan Brasil, Ryamizard: Non-blok Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan kata sambutan seusai penandatangan kontrak kesepakatan jangka panjang dengan KAI Ltd., di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 7 Januari 2016. Penandatangan kontrak antara Kementerian Pertahanan dan Korea Aerospace Industries sebagai wujud kerjasama dalam pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan kata sambutan seusai penandatangan kontrak kesepakatan jangka panjang dengan KAI Ltd., di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 7 Januari 2016. Penandatangan kontrak antara Kementerian Pertahanan dan Korea Aerospace Industries sebagai wujud kerjasama dalam pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan, sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bersama pemerintah Brasil. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan selama ini kerja sama dengan Brasil hanya pada level direktorat jenderal. "Sekarang levelnya naik ke tingkat menteri," kata dia di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017.

    Ada tujuh kerja sama yang disepakati oleh kedua negara. Pertama soal pertukaran kunjungan di tingkat kebijakan atau delegasi tingkat tinggi. Kedua, pertemuan antarlembaga pertahanan dan militer. Ketiga, meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

    Baca juga:

    Ryamizard: Kerja Sama Militer dengan Australia Berlanjut

    Keempat, pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang operasi militer dan intelijen serta operasi pemeliharaan perdamaian internasional. Kelima, pertukaran informasi di bidang teknologi terkait pertahanan yang saling menguntungkan.

    Keenam, kerja sama dalam hal industri keamanan, terutama bidang peralatan, jasa, logistik, penelitian dan pemasaran bersama. Terakhir, kerja sama di sektor pertahanan dan militer yang menjadi kepentingan bersama dua negara.

    Menteri Ryamizard menyatakan perbedaan kerja sama di level menteri jauh lebih luas dibandingkan dengan tingkat Dirjen. Dulu, pemerintah hanya sekedar membeli saja tanpa ada transfer teknologi. "Sekarang kerja samanya meningkat jadi ke pertahanan. Lebih luas lagi," ucapnya. Sebagai langkah nyata, perusahaan Indonesia, seperti PT Pindad (persero), PT Dirgantara Indonesia (persero), dan PT PAL Indonesia (persero) akan berkunjung ke Brasil.

    Lebih lanjut, Ryamizard menganggap kerja sama dengan Brasil begitu strategis. Salah satu alasannya ialah adanya kesesuaian dalam hal kebutuhan dan harga. "Kami juga tidak mau ada blok-blokan dalam hal kerja sama militer. Ini menunjukkan kalau kita negara non-blok," kata dia.

    Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Ruben Antonio Correa Barbosa kerja sama ini punya arti penting bagi kedua negara. "Kami berharap kerja sama bisa terus ditingkatkan," ujar Antonio.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.