Suap Jabatan, KPK Periksa Anak Bupati Klaten Sebagai Saksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPRD Klaten Andy Purnomo (tengah) meninggalkan gedung KPK usai pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pemkab Klaten, Jakarta, 16 Januari 2017. Andi Purnomo yang merupakan putra Bupati Klaten Sri Hartini yang kini ditahan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas kasus dugaan suap di jajaran Pemkab Klaten, Andi juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suramlan, Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota DPRD Klaten Andy Purnomo (tengah) meninggalkan gedung KPK usai pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pemkab Klaten, Jakarta, 16 Januari 2017. Andi Purnomo yang merupakan putra Bupati Klaten Sri Hartini yang kini ditahan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas kasus dugaan suap di jajaran Pemkab Klaten, Andi juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suramlan, Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten. Hari ini, Senin, 20 Maret 2017, KPK memanggil Ketua Komisi IV DPRD Klaten Andy Purnomo, yang merupakan anak Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini.

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SHT (Sri Hartini)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Senin, 20 Maret 2017.

    Baca: Uang di Kamar Anak Bupati Klaten, Pengacara: Itu Dana Aspirasi 

    Febri menjelaskan, dalam penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di rumah dinas Bupati Klaten, ditemukan uang Rp 3 miliar di lemari kamar yang diduga milik Andy. Penyidik juga menemukan uang Rp 200 juta di lemari kamar yang milik Sri Hartini.

    Selain Andy, KPK juga memanggil anggota DPRD Klaten Eko Prasetyo, pegawai negeri sipil Kepala Bidang Mutasi di Badan Kepegawaian Daerah Klaten, Slamet, PNS Dinas Pertanian Klaten Nugroho Setiawan.

    Di hari yang sama, penyidik memanggil Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani dan ajudan Sri Hartini, Nina Puspitasari. Tak hanya itu, dua pihak swasta juga dipanggil KPK, yakni Sunarso alias PO dan Dina. Sri Hartini juga akan diperiksa oleh KPK sebagai tersangka.

    Baca: Bupati Klaten Sri Hartini Dicecar 25 Pertanyaan oleh Penyidik KPK 

    Sri Hartini ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Jumat, 30 Desember 2016. Sehari setelah ditangkap, Sri dan Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Suramlan, ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya, Sri dikenakan Pasal 12 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

    GRANDY AJI | RINA W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.