Memberdayakan Perempuan Melalui Dunia Digital

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indosat Ooredoo berkomitmen meningkatkan kuantitas dan kualitas perempuan Indonesia di dunia digital pada 2020.

    Indosat Ooredoo berkomitmen meningkatkan kuantitas dan kualitas perempuan Indonesia di dunia digital pada 2020.

    INFO NASIONAL - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan International yang jatuh pada Rabu, 8 Maret 2017, sebagai salah satu perusahaan yang memiliki perhatian dalam pemberdayaan perempuan melalui dunia digital, Indosat Ooredoo siap meningkatkan jumlah perempuan penerima manfaat dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta digital.

    Keseriusan Indosat Ooredoo dalam peningkatan tersebut diwujudkan dengan menjadikan pemberdayaan perempuan (woman empowerment) sebagai salah satu pilar program corporate social responsibility (CSR). Dalam hal ini, Indosat Ooredoo sudah banyak melakukan berbagai program pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, terutama melalui TIK dan digital.

    Jika mengacu pada jumlah pengguna seluler yang mencapai 278 juta pengguna pada tahun lalu, hanya 13 juta perempuan yang memiliki akses internet. Inilah yang menjadi acuan bagi Indosat Ooredoo untuk mengembangkan berbagai inisiatif. Indosat Ooredoo percaya pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan koneksi internet dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Kami berkomitmen meningkatkan jumlah perempuan Indonesia yang terhubung ke internet menjadi 43 persen pada 2020," kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

    Indosat Ooredoo sudah menggagas beragam inisiatif untuk perempuan sejak 2012, diawali dengan inisiatif Inspirasi Perempuan Indonesia (INSPERA). INSPERA berfokus pada pemberdayaan womenpreneurs di wilayah perdesaan Indonesia dengan menawarkan pelatihan fungsional melalui penggunaan teknologi mobile sambil memberikan bimbingan dan modal kerja.

    "Hari ini merupakan hari spesial bagi para perempuan di seluruh dunia. Komitmen kami akan terus membantu para perempuan untuk berkarya dengan memanfaatkan TIK dan mobile untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, terutama bagi para perempuan di seluruh Indonesia," ujar Deva.

    Kemudian, INSPERA mengembangkan inisiatif dengan membuat program pemberdayaan keterampilan bagi perempuan purna-TKI. Program ini membekali para perempuan purna-TKI agar lebih berkualitas dalam bekerja serta meningkatkan keterampilan kewirausahaan agar lebih mandiri di negara asal tanpa perlu bekerja lagi di luar negeri.

    Program ini telah melibatkan 60 perempuan dari tiga komunitas yang menerima manfaat dari teknologi digital. Dengan akses ke dunia digital, Indosat Ooredoo berharap purna-TKI semakin mudah melakukan proses pencarian informasi, komunikasi, mengatur keuangan usaha, melakukan pemasaran, dan kegiatan lain.

    Mulai 2016, INSPERA memperluas program dengan mengadakan rangkaian kelas master dan profesional (Women Masterclass), seperti talkshow dengan para perempuan pengusaha terkemuka hingga pejabat pemerintahan. Selama kegiatan pada Maret-November 2016, lebih dari 600 perempuan mendapatkan manfaat dari program tersebut. Sedangkan total penerima manfaat dari seluruh kegiatan INSPERA selama 2016 mencapai lebih dari 1.400 perempuan di Indonesia.

    "Inisiatif-inisiatif yang telah kami lakukan selama ini merupakan bagian dari Women Connected to Mobile Internet Campaign, sebuah kampanye jangka panjang dalam rangka mewujudkan komitmen Indosat Ooredoo dalam memastikan konektivitas dan internet agar dapat digunakan untuk mendorong perkembangan dan peranan perempuan Indonesia," ucap Deva.

    Dia berharap rangkaian acara ini mampu mendobrak stereotype dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan agar dapat berkembang serta berkontribusi dalam membangun Indonesia Digital Nation.

    INSPERA juga turut mendorong lahirnya developer perempuan, yang saat ini masih didominasi laki-laki. Komitmen itu ditunjukkan melalui kegiatan Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) yang pada 2016, yang telah membuka kategori khusus perempuan. Sebanyak 750 perempuan mengikuti kategori tersebut yang tak hanya berasal dari Indonesia, melainkan luar negeri.

    "Kami berkomitmen melanjutkan berbagai program pemberdayaan perempuan ini ke depan. Kami percaya perempuan Indonesia yang semakin berdaya akan mampu menjadikan mereka tidak hanya mandiri bagi diri sendiri, tapi juga akan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan negara," kata Deva. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.