Korupsi E-KTP, Ganjar Pranowo Bantah Terima Uang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) saat berada diruang tunggu sebelum dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, 7 Desember 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) saat berada diruang tunggu sebelum dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, 7 Desember 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Solo - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah jika dia pernah menerima uang terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP (kartu tanda penduduk elektronik). Saat proyek itu bergulir, Ganjar merupakan anggota Komisi Pemerintahan  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

    "Yang pertama, saya memang tidak menerima uang," kata Ganjar saat ditemui di Balai Kota Surakarta, Selasa 7 Maret 2017.

    Baca juga: Ganjar Pranowo Diperiksa KPK Terkait KTP Elektronik

    Menurut Ganjar, kemungkinan lainnya yakni salah satu tersangka menitipkan uang melalui perantara, tetapi tak pernah sampai ke tangannya. Sebelumnya, beredar foto surat dakwaan tersangka dugaan korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto yang menyebutkan nama-nama penerima uang proyek tersebut, termasuk Ganjar. Uang proyek e-KTP itu, disebutkan salah satunya yang dikirim melalui perantara Miryam Haryani.

    "Soal ini sudah saya jelaskan saat dimintai keterangan oleh KPK," kata Ganjar.

    Ganjar berujar keterangannya kala itu langsung dikonfrontir dengan kesaksian Miryam. "Dan pernyataan Bu Yani (Miryam Haryani) saat itu sungguh mengejutkan, beliau bilang tidak pernah memberi uang kepada saya," ujar Ganjar.

    Simak pula: Disebut Terima Fee E-KTP, Ganjar Pranowo Siap Dipanggil KPK

    Dia pun enggan menanggapi foto surat dakwaan yang beredar. Ia mendapatkannya dari salah seorang temannya.  "Tapi jika foto surat dakwaan itu benar, kenapa bisa beredar," katanya. Padahal, persidangan untuk Irman dan Sugiharto tersebut baru akan digelar perdana pada Kamis pekan ini. "Mungkin tensi politik memang sedang tinggi," katanya.

    AHMAD RAFIQ

    Video Terkait:
    Berkas Kasus Korupsi Pengadaan e-KTP Siap Disidangkan
    Terkait Kasus E-KTP, Anggota DPR Ade Komarudin Diperiksa KPK
    Anas Urbaningrum Diperiksa KPK Terkait Proyek E-KTP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.